Astronom Temukan Puluhan "Pita Bintang" di Bima Sakti

mediaindonesia.com
14 jam lalu
Cover Berita

PARA astronom berhasil mengidentifikasi puluhan "pita bintang" redup di pinggiran galaksi Bima Sakti. Penemuan besar ini dimungkinkan berkat algoritma baru yang mengolah data dari misi Gaia milik Badan Antariksa Eropa (ESA).

Fenomena yang dikenal sebagai stellar streams atau aliran bintang ini merupakan jejak bintang berbentuk melengkung. Aliran ini terbentuk ketika gugus bintang padat bergerak melewati medan gravitasi Bima Sakti, yang kemudian menarik dan merentangkan bintang-bintang tersebut menjadi pita panjang yang tertinggal di sepanjang lintasannya.

Ibarat Jejak Pasir di Jalur Sepeda

Rekan penulis studi yang juga astrofisikawan teoretis dari University of Michigan, Oleg Gnedin, memberikan gambaran sederhana mengenai fenomena langka ini.

Baca juga : Misteri Hubble Tension: Benarkah Alam Semesta Mengembang Lebih Lambat?

"Ini seperti mengendarai sepeda dengan tas berisi pasir, namun tas tersebut berlubang. Butiran-butiran pasir itu ibarat bintang-bintang yang tertinggal di sepanjang lintasannya," ujar Gnedin dalam pernyataan resminya.

Penemuan ini sangat berharga karena bentuk dan gerak aliran bintang menyimpan catatan kekuatan gravitasi yang memengaruhi mereka dari waktu ke waktu. Hal ini menjadikannya alat bantu yang kuat untuk memetakan massa Bima Sakti, termasuk halo materi gelap yang selama ini sulit dideteksi. Materi gelap sendiri diyakini sebagai "lem" tak kasat mata yang menyatukan galaksi, namun belum pernah diamati secara langsung.

Terobosan Algoritma StarStream

Studi yang dipimpin oleh Yingtian "Bill" Chen ini berhasil mengidentifikasi 87 kandidat aliran bintang yang terkait dengan gugus bola (kumpulan bintang kuno yang padat). Sebelumnya, kurang dari 20 aliran bintang yang berhasil ditemukan, itu pun sering kali ditemukan secara tidak sengaja.

Baca juga : Ilmuwan Petakan Struktur Tersembunyi Medan Magnet Bima Sakti

Untuk menemukannya, Chen mengembangkan algoritma komputer bernama StarStream. Berbeda dengan metode lama yang hanya mengandalkan pola visual, StarStream bekerja berdasarkan model fisika. Tim kemudian menerapkan metode ini pada data Gaia yang memetakan posisi dan gerak miliaran bintang di Bima Sakti sejak 2014 hingga 2025.

"Ternyata jauh lebih mudah untuk menemukan sesuatu ketika Anda memiliki ekspektasi teoretis tentang apa yang Anda cari melalui gambaran fenomenologis yang sederhana," tambah Gnedin.

Menuju Pemahaman Evolusi Galaksi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak aliran bintang tidak sesuai dengan ekspektasi klasik yang biasanya tipis dan sejajar. Beberapa aliran yang baru ditemukan justru lebih pendek, lebar, atau bahkan tidak sejajar dengan orbit gugus induknya. Hal ini mengindikasikan bahwa pencarian sebelumnya mungkin melewatkan struktur tersebut karena hanya fokus pada pola yang paling jelas.

Meski demikian, para peneliti mencatat bahwa tidak semua dari 87 kandidat tersebut akan terkonfirmasi sebagai aliran bintang asli karena adanya potensi kontaminasi dari bintang latar belakang yang tidak terkait.

Bill Chen menyatakan bahwa algoritma ini nantinya akan diuji lebih lanjut dengan observasi generasi berikutnya, termasuk Teleskop Ruang Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA.

"Akan sangat mudah untuk menyesuaikan algoritma ini untuk misi masa depan. Begitu kita memiliki datanya, menerapkannya akan sangat mudah," pungkas Chen.

Penelitian ini telah diterbitkan secara resmi dalam The Astrophysical Journal pada 23 Maret lalu. (Space/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penguatan Literasi Kebencanaan Didorong Masuk Kurikulum Sekolah
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Suku Cadang Pesawat Jadi 0 Persen
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Bandara Soekarno-Hatta Diterpa Cuaca Buruk, Petugas Siaga Jaga Keamanan
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Transaksi Ekonomi Kelompok Tani Hutan Jatim Tembus Rp367 Miliar
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Purbaya Bantah Kabar Kas Negara Hanya Cukup untuk Dua Pekan: Menterinya Saya
• 13 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.