Penguatan Literasi Kebencanaan Didorong Masuk Kurikulum Sekolah

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Muhamad Abdul Azis Sefudin mendorong penguatan literasi kebencanaan agar masuk dalam kurikulum sekolah maupun kegiatan ekstrakurikuler. Upaya ini dinilai penting sebagai bagian dari pendidikan karakter, terutama bagi generasi muda yang hidup di wilayah rawan bencana seperti Indonesia.

Azis menegaskan edukasi kebencanaan tidak cukup hanya bersifat insidental saat terjadi bencana, tetapi harus menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan.

"Kita tidak bisa hanya reaktif. Literasi kebencanaan harus ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki kesadaran, kesiapsiagaan, dan kemampuan mitigasi yang baik," ujar Azis, dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 6 April 2026.

Menurut Azis, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter tangguh terhadap bencana. Melalui integrasi materi kebencanaan dalam kurikulum maupun aktivitas ekstrakurikuler seperti simulasi evakuasi, pelatihan dasar tanggap darurat, hingga pengenalan risiko bencana lokal, siswa dapat dibekali pemahaman yang aplikatif.

"Materi kebencanaan ini bisa dikemas secara kontekstual dan menarik, tidak harus selalu dalam bentuk teori di kelas. Bisa melalui praktik langsung, simulasi, bahkan kolaborasi dengan pihak terkait agar siswa benar-benar paham apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi," tambah Azis.
  Baca juga: Pembangunan Sarana Prasarana di Lokasi Terdampak Bencana Jadi Prioritas

(Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com)
  Bangun sikap disiplin hingga gotong royong
Azis juga menilai pendekatan pendidikan karakter berbasis kebencanaan akan membangun sikap disiplin, gotong royong, serta kepedulian sosial di kalangan pelajar.

"Ini membentuk karakter yang tangguh bencana sekaligus membangun solidaritas dan kepedulian terhadap sesama saat menghadapi situasi darurat," kata politisi muda PDI Perjuangan ini.

Legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Barat III (Kabupaten Cianjur-Kota Bogor) ini mendorong pemerintah, khususnya kementerian terkait, untuk menyusun kebijakan yang mendorong integrasi literasi kebencanaan secara sistematis di dunia pendidikan. Selain itu, sinergi dengan lembaga kebencanaan dan pemerintah daerah dinilai penting agar materi yang diajarkan sesuai dengan kondisi dan potensi risiko di masing-masing wilayah.

"Pemerintah perlu hadir dengan kebijakan yang konkret, mulai dari penyusunan modul, pelatihan guru, hingga standarisasi program kebencanaan di sekolah. Ini harus menjadi gerakan nasional yang terstruktur, bukan sekadar inisiatif sporadis," tegas dia.

Dengan langkah tersebut, Azis berharap generasi muda Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara akademi dan juga memiliki ketangguhan dalam menghadapi bencana, sehingga mampu meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan di masa depan.

"Kalau kita ingin mengurangi risiko bencana ke depan, kuncinya ada pada generasi muda yang paham, siap, dan tidak panik saat menghadapi situasi darurat. Di situlah pentingnya pendidikan kebencanaan sebagai investasi jangka panjang bangsa," tutur dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kodim 0830 Surabaya bersama Warga Gelar Salat Gaib untuk 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
OJK Minta Lembaga Keuangan Perkuat Manajemen Risiko
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Berita Populer: Pesanan Chery QQ3 EV; Mobil China Disebut Penyakit
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Kejuaraan Asia 2026: Devin/Fathir Antusias Jalani Debut
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Perbandingan Harga Vespa Baru dan Bekas April 2026
• 5 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.