JAKARTA, KOMPAS.com - Perempuan yang dilecehkan seorang pengemudi taksi online, SKD (20), sempat dicekik oleh pelaku, Wendy Arie Harjanto (39) di Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3/2026).
Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak-Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Kombes Pol Rita Wulandari, mengatakan saat itu korban merekam aksi pelecehan yang diketahui pelaku Wendy.
“Di situ timbul kepanikan driver, sehingga dia mencoba merebut (ponsel korban), dan melakukan upaya kekerasan dengan menindih, kemudian sempat mencekik korban,” jelas Rita dalam konferensi pers, Senin (6/4/2026).
Baca juga: Sopir Taksi Online yang Lecehkan Penumpang di Gambir Pakai Narkoba
Wendy juga sempat menempelkan jarinya ke dahi korban dengan pose seolah-olah akan “menembak” korban.
Beruntung korban bisa melarikan diri dari mobil saat Wendy tak sengaja menendang pintu hingga terbuka.
Rita menjelaskan, saat itu Wendy berada dalam pengaruh narkotika.
Setelah menjalani tes urine, dia dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis sabu.
Berdasarkan pengakuannya, Wendy mengonsumsi sabu sehari sebelum kejadian.
“Yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis, kontrol diri, serta keberanian pelaku dalam melakukan perbuatan melawan hukum,” jelas Rita.
Polisi menangkap pelaku Wendy di Depok, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026) dan mengamankan barang bukti ponsel, 3 bungkus alat kontrasepsi jenis kondom, 2 bungkus obat kuat, 1 paket alat sabu dengan sisa 32 klip kecil sabu.
Baca juga: Sopir Taksi Online yang Lecehkan Penumpang di Gambir Ditangkap di Depok
Sebelumnya diberitakan, seorang perempuan menjadi korban pelecehan seksual saat tengah menumpangi sebuah taksi online. Kasus ini sebelumnya viral di media sosial pada Jumat (27/3/2026).
Berdasarkan keterangan korban, peristiwa terjadi pada 14 Maret 2026 sekitar pukul 15.40 WIB saat perjalanan dari Stasiun Gambir menuju sebuah hotel di Jakarta.
"Sejak awal, driver sering ngajak ngobrol basa-basi. Kesannya semakin ke sini, malahan semakin ke mana-mana pertanyaannya,” ujar korban kepada Kompas.com.
Korban mengaku mulai merasa tidak nyaman hingga akhirnya merekam situasi di dalam mobil.
Dalam perjalanan, pengemudi diduga menghentikan status perjalanan di aplikasi dan membawa mobil ke jalan sepi.
Baca juga: Kronologi Perempuan Dilecehkan Sopir Taksi Online di Gambir, Korban Diancam Ditembak
Korban menyebut pengemudi tiba-tiba berpindah ke kursi belakang, menyekap, serta meminta password ponsel dengan ancaman akan menembak jika tidak dituruti.
Saat kejadian, warga sekitar mendekati mobil setelah mendengar suara gaduh.
"Akhirnya saya diamanin sama satpam gedung di sekitar situ,” kata korban.
Sementara itu, pengemudi yang diduga melakukan aksi tersebut langsung melarikan diri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




