JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di wilayah Jakarta pada Senin (6/4/2026) sampai Rabu (8/4/2026).
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, hujan berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari.
"Bersifat lokal dengan intensitas yang dapat meningkat secara cepat," kata Yohan dalam keterangan resmi, Senin.
Baca juga: Parkir Ganda di Blok M, Masalahnya Bukan Jukir Saja
Ia menjelaskan, berdasarkan analisis prakiraan cuaca dari BMKG, kondisi tersebut terjadi karena Jakarta masih berada pada fase peralihan menuju musim kemarau.
Kondisi ini dipengaruhi oleh pola angin baratan serta adanya konvergensi di Laut Jawa yang meningkatkan pembentukan awan hujan.
"Pada Selasa (7/4/2026), wilayah Jakarta dipengaruhi oleh angin baratan dengan kecepatan 5–15 knot (lemah–sedang). Terdapat indikasi belokan dan pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Laut Jawa. Kondisi ini mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan (awan konvektif) dan potensi hujan disertai angin kencang sesaat dan petir," jelasnya.
Yohan mengingatkan sejumlah potensi dampak yang dapat terjadi, antara lain genangan dan banjir lokal, pohon tumbang akibat angin kencang, serta gangguan terhadap aktivitas masyarakat saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Waspada hujan lebat, angin kencang, dan petir serta menghindari aktivitas di area rawan saat cuaca ekstrem," imbaunya.
Ia menambahkan, belum terdapat potensi atau peringatan dini kekeringan pada periode Senin (6/4/2026) hingga Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Penggusuran Lahan Kalideres Ricuh, 7 Keluarga Tolak Direlokasi ke Jakarta Utara
"Hal ini sejalan dengan kondisi atmosfer yang masih didominasi oleh pola musim hujan menuju peralihan," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang