Teheran: Serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel menghantam Universitas Teknologi Sharif di Teheran, Iran, yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas kampus tersebut.
Salah satunya adalah masjid di dalam kompleks universitas, yang mengalami kerusakan akibat serangan udara AS dan Israel yang terjadi pada Senin pagi.
Wali Kota Distrik 9 Teheran, Mohsen Dodangeh, mengatakan bahwa fasilitas gas universitas juga terkena serangan, yang kemudian memicu ledakan. Ia menambahkan bahwa pasokan gas sementara telah dihentikan.
Ia juga menyebut bahwa ledakan tersebut menimbulkan kepanikan di kalangan warga yang tinggal di sekitar lokasi, dan sejumlah rumah telah dievakuasi untuk mencegah insiden lebih lanjut.
Kepala Universitas Teknologi Sharif, Masoud Tajrishi, mengatakan kepada kantor berita IRNA bahwa serangan tersebut menargetkan salah satu bangunan pusat ilmiah dan budaya universitas, serta menyebabkan kerusakan pada bangunan di sekitarnya.
“Universitas Sharif adalah lembaga ilmiah yang bekerja untuk pengembangan budaya dan ilmu pengetahuan. Universitas ini mengalami kerusakan akibat kebrutalan musuh negara ini,” ujarnya, dikutip dari PressTV, Senin, 6 April 2026.
Ia menegaskan bahwa rekonstruksi bagian universitas yang rusak akan segera dimulai untuk mempersiapkan negara tersebut menjadi “kekuatan ilmiah besar di dunia.”
Tajrishi juga mengatakan bahwa serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan penyelidikan telah dimulai untuk meneliti berbagai aspek insiden tersebut.
Ia mengecam tindakan tersebut sebagai tindakan “pengecut” yang menurutnya menunjukkan keputusasaan pihak lawan untuk mencapai tujuan mereka.
Serangan terhadap Universitas Teknologi Sharif bukan merupakan yang pertama terhadap institusi pendidikan di Iran dalam sebulan terakhir.
Universitas Shahid Beheshti di Teheran, Universitas Sains dan Teknologi Iran, Fakultas Farmasi Universitas Shiraz, Universitas Teknologi Isfahan, serta bagian dari Kampus Sains dan Teknologi dan Rumah Sakit Hewan di Universitas Urmia juga dilaporkan terdampak serangan dalam konflik yang sedang berlangsung.
Baca juga: Cegah Eskalasi Besar, AS-Iran Bahas Rencana Gencatan Senjata 45 Hari




