VIVA – Pengamat sepakbola, Binder Singh menyoroti keputusan pelatih Persija Jakarta dalam memainkan Eksel Runtukahu saat menghadapi Bhayangkara FC pada pekan ke-26 Super League 2025/2026.
Dalam laga yang berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung Minggu 5 April 2026 itu, Macan Kemayoran kalah 2-3 dari Bhayangkara.
Masuk pada menit ke-55 menggantikan Gustavo Almeida, Bung Binder menilai kehadiran Eksel tidak memberikan dampak signifikan bagi permainan tim.
- persija
Dalam analisis yang disampaikan melalui kanal YouTube pribadinya, Binder menyebut Eksel tidak mampu menjalankan peran secara efektif. Ia bahkan menilai kontribusi pemain tersebut cenderung minim dalam membantu tim keluar dari tekanan.
“Eksel tidak berfungsi sama sekali, cuma grasak grusuk saja (bermain tanpa arah yang jelas),” ujar Binder, dikutip VIVA Senin 6 April 2026.
Menurutnya, dalam situasi Persija yang bermain dengan 10 orang usai kartu merah Jordi Amat pada menit ke-50, Pelatih Mauricio Souza seharusnya membutuhkan pemain yang mampu menahan bola dan menjaga ritme permainan. Namun, peran tersebut dinilai tidak terlihat dari Eksel.
Binder justru Gustavo lebih efektif dalam situasi tersebut karena memiliki kemampuan menahan bola lebih baik. Keputusan pergantian pemain itu pun dianggap kurang tepat.
Selain menyoroti performa individu, Binder juga menilai Persija melakukan kesalahan taktis secara keseluruhan. Ia menyebut tim terlalu memaksakan permainan menyerang meski dalam kondisi unggul dengan 10 pemain.
Menurutnya, strategi yang lebih aman seharusnya diterapkan untuk mempertahankan keunggulan, alih-alih tetap bermain menyerang yang justru memberi ruang bagi Bhayangkara FC untuk menekan.
“Seharusnya saat unggul dan bermain dengan 10 pemain, Persija lebih bijak. Tidak perlu terus menyerang, cukup bermain aman,” ujar Bung Binder.





