Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan uji coba implementasi biodiesel 50 persen (B50) hampir rampung dan akan segera diterapkan per 1 Juli 2026.
Bahlil mengatakan, uji coba tersebut sudah berjalan selama 6 bulan ke belakang, dan seiring dengan instruksi pemerintah bahwa penerapannya menjadi pertengahan tahun ini, maka uji coba tersebut juga dipercepat.
"B50 sudah hampir enam bulan kita melakukan uji pakai di beberapa peralatan seperti alat berat, kapal, kereta api, kemudian truk dan sekarang masih bergulir terus. Tetapi sebentar lagi akan final dan sampai dengan hari ini uji cobanya alhamdulillah cukup baik," ungkapnya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Senin (6/4).
Menurutnya, kebijakan biodiesel dan bioetanol sebagai upaya pemerintah mencari alternatif energi di tengah eskalasi perang AS-Israel dan Iran membatasi pasokan minyak mentah dan produk turunannya. Hal ini menyebabkan lonjakan harga.
"Pemerintah dari awal itu mencari energi alternatif. Dulu kan kalian ketawain gue ketika saya mencanangkan untuk B50 dan etanol. Bayangkan sekarang kalau tidak ada kita diversifikasi, kita mau berharap kepada siapa," tegas Bahlil.
Sebelumnya, pemerintah mengumumkan implementasi bahan bakar solar dengan campuran biodiesel 50 persen (B50) siap dilaksanakan pada 1 Juli mendatang. Hal ini sebagai salah satu langkah mengurangi konsumsi minyak impor.
"Pemerintah menerapkan mulai 1 Juli 2026. Pertamina telah siap melakukan blending, dengan potensi penghematan 4 juta kiloliter dan dalam 1 tahun atau 6 bulan ada penghematan dari fosil dan subsidi biodiesel sebesar Rp 48 triliun," buka Airlangga saat jumpa pers secara virtual, Selasa (31/3).
Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Harris membeberkan sedikit dari hasil pengujian bahan bakar solar B50 yang telah dilakukan dengan sejumlah pabrikan.
"Untuk perkembangannya, persiapan penerapan B50 saat ini masih dalam pelaksanaan uji coba jalan atau road test di mana sektor transportasi diharapkan sudah rampung hingga 50 ribu kilometer pada Juni nanti," katanya saat sesi gelar wicara Forum Diskusi Denpasar 12 secara daring, Rabu (1/4).
Diakuinya, proses uji jalan kendaraan diesel yang menggunakan solar B50 tersebut saat ini telah melewati 30 ribu kilometer. Sejak dilakukan beberapa bulan terakhir, ada beberapa temuan soal efek penggunaan bahan bakar terbarukan tersebut.




