jpnn.com, JAKARTA - Gelap yang perlahan disinari cahaya lilin menjadi pembuka perjalanan iman dalam Misa Sabtu Suci di Taman Doa Our Lady of Akita PIK 2.
Pada Sabtu (4/4), sebanyak 970 umat mengikuti rangkaian liturgi yang sarat makna, dimulai dari cahaya hingga pembaruan janji baptis.
BACA JUGA: Libur Paskah 2026, Volume Kendaraan di JTTS Meningkat Signifikan
Dalam suasana terbuka yang dikelilingi elemen alam, setiap tahapan liturgi terasa lebih hidup. Tidak ada sekat dinding, hanya langit terbuka dan angin yang berhembus perlahan, menciptakan ruang refleksi yang alami.
Agnes Lestari (29) mengaku pengalaman ini memberi kesan mendalam.
BACA JUGA: Puncak Arus Balik Paskah, 44 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini
"Ketika lilin dinyalakan, suasananya beda sekali. Lebih tenang, lebih terasa maknanya,” ujarnya.
Puncaknya pada Minggu (5/4), umat kembali berkumpul untuk merayakan kebangkitan Kristus. Nuansa berubah menjadi penuh sukacita, namun tetap dalam keheningan yang terjaga.
BACA JUGA: Bamsoet Berharap Paskah Jadi Momentum Tingkatkan Persatuan dan Rekonsiliasi Bangsa
Keunggulan taman doa ini terletak pada desain spiritual journey, umat tidak hanya datang untuk misa, tetapi juga dapat berjalan di area refleksi, berdoa secara personal, hingga menikmati ketenangan lingkungan yang tertata.
Fransiskus Aditya (38) menyebut pengalaman ini sebagai “reset spiritual”.
"Di sini kita bisa benar-benar berhenti dari rutinitas. Paskah jadi terasa lebih personal,” katanya.
Perayaan ini tidak sekadar ritual tahunan, melainkan pengalaman iman yang menyatu dengan ruang dan suasana, dari gelap menuju terang, dari hening menuju harapan.(jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




