Pengamat: Tuduhan ke JK dalam Polemik Ijazah Palsu Jokowi Bisa Jadi Blunder dan Bumerang

mediaindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

PENGAMAT komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai tudingan yang menyeret Jusuf Kalla dalam isu dugaan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi) erupakan upaya membentuk opini publik atau framing.

“Tudingan Jusuf Kalla membiayai Roy Suryo Cs dalam dugaan ijazah palsu Jokowi tampaknya ingin memenangkan pendapat umum dan dukungan dari publik,” ujar Jamiluddin kepada Media Indonesia, Senin (6/4).

Menurutnya, tuduhan tersebut diarahkan untuk menggeser opini publik yang sebelumnya cenderung berpihak kepada Roy Suryo dan pihak terkait.

Baca juga : Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Rocky Gerung Hadir sebagai Ahli

“Dengan tuduhan tersebut, diharapkan pendapat umum yang belakangan berpihak kepada Roy Suryo Cs dapat digeser ke pihak Jokowi.”

Ia menambahkan, langkah tersebut juga bertujuan menurunkan kepercayaan publik terhadap pihak yang mengangkat isu tersebut.

“Kepercayaan publik terhadap Roy Suryo diharapkan dapat menurun karena kelompok ini dianggap hanya aktor bayaran untuk menjatuhkan reputasi Jokowi,” katanya.

Baca juga : Polisi akan Panggil 5 Saksi soal Laporan Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Jamiluddin menilai, strategi tersebut diharapkan mampu membalikkan persepsi publik terkait isu ijazah.

“Tuduhan itu diharapkan dapat mengubah pendapat masyarakat tentang ijazah Jokowi yang diduga palsu menjadi asli, sehingga dukungan yang sebelumnya ke Roy Suryo beralih ke Jokowi,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa strategi framing tersebut berpotensi menjadi blunder, terutama setelah respons cepat Jusuf Kalla yang berencana melaporkan pihak terkait ke aparat penegak hukum.

“Tuduhan JK mendanai Roy Suryo Cs bisa jadi bagian dari strategi framing. Namun strategi ini bisa menjadi blunder dengan upaya Jusuf Kalla melaporkan Rismon ke Bareskrim,” kata dia.

Menurutnya, langkah hukum tersebut justru dapat melemahkan narasi yang dibangun.

“Respon cepat Jusuf Kalla itu tampaknya akan mementahkan strategi framing. Upaya tersebut bisa menjadi bumerang,” ucapnya.

Ia juga menilai, kondisi itu berpotensi memperkuat dukungan publik kepada Roy Suryo Cs.

“Masyarakat justru akan semakin yakin perjuangan Roy Suryo murni untuk mengungkap dugaan ijazah palsu Jokowi,” kata Jamiluddin.

Sebaliknya, ia melihat strategi tersebut bisa berdampak negatif terhadap citra Presiden.

“Upaya framing itu bisa semakin melemahkan dukungan terhadap Jokowi, karena dianggap mengalihkan inti persoalan, sehingga masyarakat yang sebelumnya netral bisa menjadi antipati,” ujarnya.

Karena itu, Jamiluddin menyarankan agar polemik tidak diperluas dan difokuskan pada pembuktian.

“Masalah dugaan ijazah palsu Jokowi sebaiknya tidak diperluas. Pihak Jokowi cukup konsentrasi membuktikan bahwa ijazahnya asli,” katanya.

Lebih jauh, Ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan tersebut sebenarnya sederhana dengan Jokowi menunjukkan ijazah aslinya.

“Jokowi cukup menunjukkan ijazahnya yang asli. Dengan cara itu, persoalan akan selesai, reputasi dapat pulih, dan ia bisa kembali tenang,” pungkasnya. (H-3)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bandung Masih Dingin, Persib Amankan Puncak Klasemen Super League Walau Pekan Ke-26 Belum Usai
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Camat Pasar Rebo Kumpulkan PPSU dan Lurah Kalisari Usai Laporan JAKI Direspons AI
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Hati SBY Bergetar saat Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
• 18 jam laludisway.id
thumb
PTBA Cetak Laba Bersih Rp 2,93 T pada 2025, Turun 42,5 Persen
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Van Dijk Akui Tanggung Jawab Kekalahan Telak Liverpool dari Manchester City
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.