Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan pemerintah memperkuat penanggulangan tuberkulosis (TB) melalui kerja sama lintas sektor, salah satunya dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam program perbaikan rumah tidak layak huni bagi pasien TB dari keluarga miskin.
Menurutnya, faktor lingkungan tempat tinggal menjadi salah satu faktor risiko utama penularan TB, terutama pada rumah dengan ventilasi buruk, pencahayaan minim, dan kondisi hunian yang padat.
“Kami sudah menyerahkan daftar rumah by name by address lengkap dengan foto rumahnya kepada KemenPKP. Rumah-rumah tersebut menjadi prioritas untuk mendapatkan bantuan perbaikan karena menjadi bagian dari upaya penanggulangan TB,”kata Benjamin dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Ia menjelaskan, pada tahun ini pemerintah menargetkan perbaikan sekitar 2.000 rumah tidak layak huni milik pasien TB yang masuk kategori miskin dan rentan. Program tersebut akan dilakukan secara bertahap dan diprioritaskan bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rendah.
“Tahun ini ditargetkan sekitar 2.000 rumah. Jika program ini berjalan baik, tahun depan akan diusulkan lebih banyak lagi agar intervensi lingkungan untuk penanggulangan TB bisa lebih luas,”tambahnya.
Selain perbaikan rumah, pemerintah juga mendorong dukungan lintas sektor lainnya, seperti bantuan sosial bagi pasien TB dari keluarga miskin serta dukungan pemenuhan gizi. Hal ini dilakukan karena TB sangat berkaitan dengan kemiskinan, kondisi lingkungan, dan daya tahan tubuh masyarakat.
“Penanganan TB tidak cukup hanya dengan pengobatan. Harus ada perbaikan lingkungan, bantuan sosial, dan dukungan gizi. Karena itu penanggulangan TB harus dilakukan secara lintas sektor,”tuturnya.
Editor: Redaksi TVRINews





