Seoul: Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan menilai bahwa Kim Ju-ae, putri dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, telah diposisikan sebagai calon penerus kepemimpinan tertinggi di negara tersebut.
Penilaian NIS disampaikan kepada parlemen Korea Selatan pada Senin, 6 April 2026, berdasarkan apa yang disebut mereka sebagai “intelijen kredibel."
Menurut laporan NIS yang dikutip dari AsiaOne, NIS menyebut peran Kim Ju-ae semakin menonjol, khususnya dalam kegiatan yang berkaitan dengan militer.
Dalam paparan tertutup, badan intelijen tersebut menilai keterlibatan Ju-ae dalam berbagai aktivitas pertahanan merupakan bagian dari upaya membangun legitimasi politik di masa depan.
Salah satu contoh yang disoroti adalah kemunculannya dalam dokumentasi media pemerintah Korea Utara saat mengendarai tank tempur baru.
Selain itu, Ju-ae juga beberapa kali tampil dalam kegiatan militer lainnya, termasuk latihan menembak.
Anggota parlemen dari Partai Demokrat Korea Selatan, Park Sun-won, menyatakan pola ini dinilai serupa dengan proses yang dilalui Kim Jong-un sebelum menggantikan Kim Jong-il.
Penilaian terbaru ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan analisis sebelumnya, yang masih menganggap posisi Ju-ae bersifat simbolis.
Namun demikian, belum ada konfirmasi resmi dari Korea Utara terkait status suksesi tersebut.
Baca juga: Putri Kim Jong-Un Kendarai Tank Tempur yang Baru Dikembangkan Korut




