JAKARTA, DISWAY.ID - PTPN IV PalmCo mendukung kemandirian ekonomi perempuan di daerah sentra perkebunan melalui pelatihan inovasi produk turunan sawit, khususnya pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Kegiatan yang diinisiasi Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) serta menggandeng Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta Dinas Perkebunan tersebut diikuti seratusan peserta, yang mayoritas merupakan perempuan dari wilayah Kabupaten Kampar.
Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso mengatakan bahwa penguatan peran perempuan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga petani sawit.
BACA JUGA:Manuel Ugarte Terancam Dilepas MU, Juventus hingga Newcastle Siap Menampung
BACA JUGA:Burung Gereja Bukan Pertanda Buruk, Justru Keberadaannya Jadi Sinyal Baik Bagi Lingkungan
“Kita semua sepakat bahwa sawit adalah pohon kehidupan. Setiap jengkal tanaman sawit memiliki nilai yang bisa dimanfaatkan. Termasuk hari ini, melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong perempuan agar memiliki keterampilan tambahan, sehingga mampu menciptakan produk bernilai jual dari sawit, bahkan dari limbahnya sekalipun,” kata sosok berkacamata itu.
Ia menjelaskan, potensi besar sawit harus dapat terus digali untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, mulai dari pangan hingga kerajinan tangan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali kemampuan mengolah umbut sawit menjadi camilan stik, memproduksi minyak angin berbasis sawit, hingga mengolah limbah lidi sawit menjadi kerajinan yang berpotensi menembus pasar ekspor.
“Ini membuktikan bahwa tidak ada bagian dari sawit yang tidak bermanfaat. Semua bisa diolah menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Bambang, ketika perempuan memiliki keterampilan dan akses terhadap peluang usaha, maka ketahanan ekonomi keluarga akan semakin kuat.
BACA JUGA:Timnas Indonesia Punya PREDATOR BARU! Pemain Rp3,48M Jadi Rekrutan Pertama era John Herdman, Tandem ole
BACA JUGA:Hati SBY Bergetar saat Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
“Kami percaya, ketika perempuan berdaya, maka keluarga akan lebih sejahtera dan ekonomi daerah juga ikut tumbuh,” katanya.
Ketua DPD I Aspekpir Provinsi Riau Sutoyo menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya nyata organisasi dalam memperkuat kapasitas petani, tidak hanya dari sisi budidaya, tetapi juga hilirisasi.
“Selama ini petani fokus pada produksi, namun ke depan kita dorong agar mampu mengembangkan produk turunan. Perempuan memiliki peran besar di sini, karena mereka telaten dan kreatif dalam mengolah produk,” ujarnya.
- 1
- 2
- »





