Pemerintah akan merenovasi sekitar 2.000 rumah bagi masyarakat tidak mampu yang terdampak Tuberkulosis (TB). Renovasi ini dilakukan agar rumah-rumah punya ventilasi yang memadai dan bisa terkena sinar matahari dengan baik.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyebut, perbaikan hunian menjadi krusial karena kondisi rumah yang tidak layak dapat memperparah penyebaran TB.
"Banyak pasien Tuberkulosis ternyata tinggal di rumah yang tidak ada ventilasi dan tidak terkena sinar matahari. Padahal kuman TB bisa mati jika terkena matahari 15–30 menit, tapi di ruang tertutup bisa bertahan berbulan-bulan," kata Benjamin dalam Konferensi Pers Hari TB Sedunia 2026 di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (6/4).
Benny, begitu Benjamin disapa, menjelaskan, program renovasi rumah ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Sosial, dan Kementerian Pangan.
"Pemberantasan Tuberkulosis tidak hanya menemukan kasusnya, tapi rumah-rumah yang tidak layak itu juga harus mendapatkan perhatian bagi masyarakat yang sangat tidak mampu," kata dia.
"Maka kami sudah mendapatkan bantuan dari Kementerian PKP Perumahan itu untuk sekitar 2.000 rumah masyarakat penyintas TB yang tidak mampu untuk rumahnya boleh direnovasi," sambungnya.
Benny menekankan, penanganan TB tidak bisa dilakukan hanya oleh sektor kesehatan. Menurutnya, faktor sosial dan lingkungan menjadi kunci dalam memutus rantai penularan.
Selain renovasi rumah, pemerintah juga mendorong intervensi lain seperti pemberian makanan bergizi, cuti kerja bagi pasien infeksius, hingga edukasi pola hidup sehat.
Sebagai informasi, menurut data dari Kementerian Dalam Negeri, terdapat 11 Provinsi yang ditetapkan sebagai wilayah prioritas penanganan TBC, yakni:
1. DKI Jakarta
2. Banten
3. Jawa Barat
4. Jawa Tengah
5. Jawa Timur
6. Sulawesi Selatan
7. Sulawesi Utara
8. Nusa Tenggara Timur
9. Sumatera Selatan
10. DI Yogyakarta
11. Lampung
Indonesia merupakan urutan kedua negara dengan jumlah penyintas tuberkulosis terbanyak di dunia. Disusul oleh Filipina, China, dan di urutan pertama yaitu India.





