Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global akibat eskalasi geopolitik dan perlambatan aktivitas ekonomi dunia.
"Di tengah ketidakpastian global akibat eskalasi geopolitik dan tekanan aktivitas ekonomi dunia, stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga," kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin, 6 April 2026.
Ia menjelaskan, sejumlah indikator menunjukkan ketahanan ekonomi nasional masih kuat. Salah satunya adalah Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang tetap berada di zona ekspansif hingga Maret 2026, yakni di level 50,1.
Selain itu, inflasi juga masih terkendali di kisaran 3,48 persen hingga Maret 2026. Menurut Purbaya, angka tersebut perlu dipahami secara cermat karena dipengaruhi oleh faktor basis perbandingan, khususnya terkait kebijakan diskon listrik pada tahun sebelumnya.
"Ini ada dampak diskon listrik tahun lalu yang tidak dihitung oleh atau tidak dikeluarkan oleh BPS karena memang angka inflasinya seperti itu. Tapi kalau kita keluarkan pengaruh dari subsidi listrik tahun lalu, inflasi di bulan Maret hanya 2,51 persen. Jadi masih relatif terkendali," jelas Purbaya.
Dari sisi likuiditas, uang beredar (M0) tercatat tumbuh 19,2 persen pada pekan ketiga Maret 2026. Sementara itu, pertumbuhan kredit di level 9,4 persen per Februari 2026, didorong oleh kredit investasi yang tumbuh signifikan hingga 20,7 persen yoy.
Kinerja sektor eksternal juga menunjukkan hasil positif. Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan berturut-turut, dengan surplus terbaru sebesar US$1,3 miliar. Hal ini turut memperkuat cadangan devisa ke level US$151,9 miliar.
Dari sisi konsumsi masyarakat, Mandiri Spending Index (MSI) tercatat meningkat ke level 360,7 per Februari 2026. Sementara itu, aktivitas sektor riil yang tercermin dari Indeks Kekuatan Relatif (RSI) juga tumbuh 6,9 persen pada periode yang sama.
Penjualan barang tahan lama seperti mobil turut menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 12,2 persen yoy per Februari 2026. Penjualan semen juga meningkat sebesar 5,3 persen.
"Jadi memang ada perbaikan real di perekonomian," tutur Purbaya.
Editor: Redaksi TVRINews





