Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan Senin (6/4/2026).
IDXChannel – Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan Senin (6/4/2026), seiring pembatasan ekspor CPO Thailand yang menahan tekanan aksi ambil untung di pasar.
Kontrak acuan CPO pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange menguat 0,02 persen menjadi 4.840 ringgit Malaysia per ton hingga pukul 14.40 WIB.
Pergerakan harga cenderung sempit karena sebagian besar sentimen positif telah tercermin di pasar.
Kepala Riset Komoditas Sunvin Group Anilkumar Bagani mengatakan, seperti dikutip Reuters, aksi ambil untung mulai terlihat karena faktor bullish utama sudah diantisipasi pasar, sehingga pelaku pasar kekurangan katalis baru untuk mendorong harga lebih tinggi.
Namun, pasar sempat pulih dari pelemahan awal setelah muncul kabar pembatasan ekspor CPO Thailand.
Kementerian Perdagangan Thailand menyatakan akan memperketat ekspor CPO dan mengendalikan harga minyak sawit kemasan mulai Selasa (7/4).
Kebijakan ini dilakukan seiring meningkatnya permintaan biodiesel akibat lonjakan harga bahan bakar global yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia bergerak terbatas karena investor menunggu kejelasan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sambil tetap mewaspadai potensi gangguan pasokan akibat disrupsi pengiriman.
Kenaikan harga minyak mentah umumnya membuat CPO lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) naik tipis 0,04 persen, sementara perdagangan di Dalian Commodity Exchange ditutup karena libur nasional.
Pergerakan CPO biasanya mengikuti harga minyak nabati pesaing karena saling bersaing di pasar minyak nabati global.
Survei Reuters menunjukkan persediaan CPO Malaysia kemungkinan turun pada Maret, bahkan menjadi penurunan terbesar dalam tiga tahun dan berada di level terendah sejak Juli tahun lalu. Lonjakan ekspor diperkirakan lebih besar dibandingkan kenaikan produksi yang masih terbatas.
Sementara itu, ringgit Malaysia melemah tipis 0,05 persen terhadap dolar AS, membuat harga CPO menjadi sedikit lebih murah bagi pembeli luar negeri dan turut menopang permintaan. (Aldo Fernando)




