Bahlil Pastikan Harga Avtur Pertamina Lebih Kompetitif Dibanding Negara Lain

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga avtur yang dijual PT Pertamina (Persero), masih lebih kompetitif dibandingkan negara lain, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Bahlil menjelaskan kenaikan harga avtur disebabkan oleh harga minyak dunia yang melonjak sebagai akibat dari gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah. Harga avtur, lanjut dia, mengikuti harga pasar dunia.

Baca Juga :
Harga BBM Subsidi Dijamin Tak Naik hingga Akhir 2026, Purbaya: Uang Kita Cukup!
Guyur Subsidi Rp 2,6 Triliun, Pemerintah Izinkan Harga Tiket Pesawat Naik 9-13 Persen

"Memang ada kenaikan dari Pertamina, tetapi kenaikan itu dibandingkan dengan harga avtur di negara lain, khususnya tetangga, kita masih jauh lebih kompetitif," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 6 April 2026.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta per 1 April 2026 berada di angka Rp23.551 per liter.

Sementara itu, harga avtur di Thailand berada di angka Rp29.518 per liter dan di Filipina senilai Rp25.326 per liter. Produk avtur Indonesia juga melayani pesawat-pesawat dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.

"Harga avtur memang ini kan adalah harga pasar dan otomatis karena ini juga melayani pengisian avtur global, pesawat-pesawat dari luar negeri yang masuk, maka mekanisme yang terjadi adalah mekanisme pasar," kata Bahlil.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol menyampaikan krisis bahan bakar avtur dan diesel akibat konflik Timur Tengah melanda Asia dan diperkirakan mencapai Eropa pada April atau menjelang Mei 2026.

Ia mencatat minyak yang hilang pada April akan dua kali lebih besar dibanding Maret. Oleh karena itu, katanya, situasi ini akan menyebabkan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi di banyak wilayah, terutama di negara-negara berkembang dan negara-negara yang sedang berkembang yang mengalami keterbatasan devisa.

Pada saat yang sama, CEO grup maskapai penerbangan Jerman Lufthansa, Carsten Spohr memperingatkan ancaman kelangkaan bahan bakar jet, terutama di luar Eropa, akibat gangguan pasokan yang disebabkan konflik di Timur Tengah. (Ant)

Baca Juga :
Buka Opsi Impor Minyak dari Rusia, Bahlil: Yang Penting Ada
Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Tak Naik hingga Akhir 2026
Harga Emas Hari Ini 6 April 2026: Produk Antam Terjun Bebas Turun Rp 141 Ribu per Gram, Global Merosot

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selain Rismon, JK Bidik 4 Akun YouTube Terkait Tuduhan Makar dan Hoaks
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Pengelolaan Sampah Bulurokeng Didorong Lebih Optimal, Fokus Kompos dan Kolaborasi
• 5 jam laluterkini.id
thumb
Hutama Karya Kebut Proyek 324 Hunian Layak di Senen, Target Rampung 15 Juni 2026
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Info Penting! Dedi Mulyadi Pastikan Mutasi Kendaraan ke Jawa Barat Gratis, Tanpa Biaya Sepeser Pun
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Panglima TNI: Mayor Zulmi Adalah Prajurit Terbaik
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.