Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian (Mentan) menyatakan, Pemerintah sudah berpengalaman menghadapi musim kemarau ekstrem yang belakangan disebut El Nino Godzilla.
Menurutnya, beberapa tahun lalu Indonesia pernah mengalami musim kemarau panjang dan berhasil menghadapinya.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan hari ini, Senin (6/5/2026), Mentan menyebut situasi sekarang masih lebih baik dibandingkan tahun 2015, 2023 dan 2024.
Dengan prediksi kemarau panjang terjadi selama enam bulan terhitung mulai April-September 2026, Pemerintah memproyeksikan stok pangan dalam negeri aman sampai 11 bulan mendatang.
“Sebelas bulan ke depan ini aman. Stoknya untuk Rakyat Indonesia aman. Sedangkan kekeringan hanya enam bulan. Berarti aman, pangan aman,” ujarnya.
Perhitungan ketahanan stok pangan itu berdasarkan gabungan ketersediaan beras nasional yang ada di Gudang Bulog, sektor swasta, serta potensi panen yang sedang dan akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Amran menjelaskan, stok beras di Gudang Bulog sekarang ada sebanyak 4,5 juta ton. Dalam 20 hari ke depan, jumlah tersebut diprediksi bertambah menjadi 5 juta ton.
Selain itu, ada stok beras swasta di sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeka) yang mencapai 12,5 juta ton.
Kemudian, tambahan stok dari hasil panen tanaman yang sudah ada (standing crop) dengan potensi sebanyak 11 juta ton.
Melalui berbagai kebijakan seperti program pompanisasi untuk mengantisipasi penurunan produksi akibat cuaca panas mulai April 2026, Amran memperkirakan bakal ada tambahan panen 2 juta ton per bulan. Sehingga, ada tambahan stok beras sebanyak 12 juta ton lagi.
Dengan begitu, Mentan yakin stok beras sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lebih dari 11 bulan, bahkan sampai puncak panen tahun 2027.
“Berarti bisa sampai Maret, panen puncak tahun depan, aman. Bahkan, bisa overlap sampai April 2027,” tegasnya.
Terkait antisipasi dampak El Nino Godzilla, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan terus memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Merujuk data Bapanas per tanggal 2 April 2026, stok CPP beras sebanyak 4,4 juta ton, jagung pakan 168 ribu ton, gula pasir 49 ribu ton, dan minyak goreng 121 ribu kiloliter.
Lalu, daging sapi 8 ribu ton, daging kerbau 3 ribu ton, daging ayam 39 ton, dan telur ayam 17 ton.
Sekadar informasi, kemarau panjang yang disebut El Nino Godzilla berpotensi menyebabkan peningkatan suhu dan kekeringan parah di beberapa wilayah Indonesia.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat waspada terhadap dampak dari fenomena itu, termasuk risiko kebakaran hutan dan krisis air bersih.(rid/ipg)




