FAJAR, MAKASSAR— Program hiburan terbaru bertajuk The Icon Indonesia, sebuah ajang pencarian bakat menyanyi pop yang siap meramaikan layar kaca mulai Senin, 13 April 2026.
Program ini menjadi salah satu upaya SCTV dalam melahirkan ikon baru di industri musik Tanah Air dengan menghadirkan konsep kompetisi yang lebih ketat dan terstruktur. Ajang ini akan tayang secara rutin setiap Senin dan Selasa pukul 21.00 WITA.
Deputy Director Programming SCTV, Banardi Rachmad, mengungkapkan bahwa proses seleksi peserta dilakukan secara ketat. Dari lebih dari 4.000 talenta yang mendaftar melalui audisi online, kini tersisa 24 peserta terbaik yang berhasil lolos ke tahap utama.
“Prosesnya panjang, mulai dari audisi online hingga audisi langsung. Kami benar-benar menyaring peserta dengan kualitas terbaik untuk tampil di panggung utama,” ujarnya.
Salah satu hal yang menarik, Sulawesi Selatan turut diwakili oleh peserta asal Makassar bernama FIA. Kehadirannya diharapkan mampu membawa warna tersendiri sekaligus mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
Dalam kompetisi ini, para peserta tidak hanya diuji kemampuan vokal, tetapi juga mental dan karakter bermusik. Pada tahap awal, mereka akan tampil dalam format duet untuk menunjukkan kualitas suara.
Selanjutnya, peserta akan berduet dengan penyanyi profesional guna menguji kesiapan mental dan kemampuan tampil di panggung besar. Setelah itu, mereka ditantang untuk menemukan karakter melalui penampilan solo.
Banardi menambahkan, sistem penilaian dalam The Icon Indonesia menggabungkan dua aspek penting, yakni kualitas dari juri serta popularitas peserta di mata penonton.
“Kami mengombinasikan penilaian juri dengan voting dari masyarakat melalui virtual gift di aplikasi video. Jadi, dukungan publik juga sangat menentukan,” jelasnya.
Para pemenang nantinya tidak hanya mendapatkan gelar juara, tetapi juga kesempatan untuk dibuatkan lagu, dipromosikan secara luas, hingga tampil di berbagai program SCTV.
Musisi sekaligus juri, Ahmad Dhani, menilai setiap peserta memiliki peluang yang sama untuk sukses di industri musik.
“Ada yang memang penyanyinya bagus tapi rezekinya kurang. Ada juga yang biasa saja tapi rezekinya besar, bahkan ada yang punya keduanya. Semua punya peluang,” ungkapnya.
Sementara itu, penyanyi Afgan menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi bagi para peserta agar bisa bertahan di industri musik.
“Peserta harus bisa masuk ke berbagai konsep yang diberikan. Itu penting untuk bisa survive dan berkembang di industri,” katanya.
Tak hanya itu, pembinaan peserta juga dilakukan secara intensif oleh tim profesional, termasuk vocal coach berpengalaman, Rieka Roeslan.
Ia menjelaskan bahwa konsep kompetisi ini menuntut peserta untuk siap tampil dalam duel dan duet secara langsung, sehingga diperlukan kepercayaan diri dan kesiapan mental.
“Peserta harus tenang dan mampu mengeluarkan potensi terbaik. Prosesnya bertahap, mulai dari teknik, konsep, hingga mental,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan tidak bisa diraih secara instan. Konsistensi dan kesabaran menjadi kunci utama dalam menjalani proses di ajang ini.
“Tegang itu pasti, tapi ini bagian dari proses. Tidak mungkin sekali latihan langsung berhasil. Terus belajar dan terima semua masukan dari juri,” tutupnya.(wis)





