Serangan Iran ke permukiman penduduk di utara Kuwait melukai enam orang, Senin (6/4). Keterangan tersebut disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Kuwait.
Pada saat yang sama, militer Kuwait melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya sedang bekerja untuk menahan serangan drone dan rudal.
“Rudal dan puing-puing berjatuhan di daerah permukiman di utara negara itu setelah agresi Iran,” kata Kementerian Kesehatan Kuwait, seperti dikutip dari Reuters.
“Jumlah total korban luka meningkat menjadi enam orang, dengan tingkat keparahan yang bervariasi,” lanjut pernyataan tersebut.
Mereka menambahkan, serangan itu berlangsung sepanjang Minggu hingga Senin malam.
Negara-negara di kawasan Teluk seperti Kuwait menjadi sasaran serangan balasan Iran sejak negara itu diserang oleh AS–Israel pada akhir Februari lalu.
Iran berdalih serangan tersebut dilakukan karena sejumlah negara tetangga digunakan sebagai pangkalan militer oleh AS.





