Ditjen Imigrasi Catat Rekor PNBP & Penguatan Penegakan Hukum di Era Yuldi Yusman

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi mencatat capaian kinerja impresif selama masa kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Imigrasi Yuldi Yusman.

Sejak menjabat pada 23 April 2025, Imigrasi membukukan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 10,4 triliun hingga Desember 2025—tertinggi sepanjang sejarah institusi tersebut.

BACA JUGA: Pramono Beri Hukuman untuk Anak Buahnya yang Tindaklanjuti Aduan Warga dengan AI

Angka tersebut melampaui target 2025 sebesar Rp 6,55 triliun atau mencapai 155 persen, sekaligus meningkat 18 persen dibandingkan capaian 2024 yang sebesar Rp 8,62 triliun.

Kinerja gemilang ini didorong oleh tingginya permintaan layanan keimigrasian. Sepanjang 2025, Imigrasi menerbitkan 4.033.676 paspor, 7.551.371 visa, serta 1.369.012 izin tinggal bagi warga negara asing.

BACA JUGA: Menteri Imipas Lantik Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi

Tak hanya dari sisi penerimaan, Ditjen Imigrasi juga memperkuat fungsi pengawasan dan penegakan hukum. Sepanjang tahun lalu, tercatat 16.006 tindakan administratif keimigrasian (TAK) dilakukan, serta 136 perkara pidana keimigrasian diproses, dengan 68 tersangka telah mendapatkan putusan pengadilan.

Operasi pengawasan digelar secara intensif melalui berbagai kegiatan, termasuk Operasi Wira Waspada yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Selain itu, patroli keimigrasian juga diperkuat di wilayah-wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.

BACA JUGA: Kantor Imigrasi Serang Salurkan Bantuan Sembako Untuk Warga & Anak Yatim Piatu

Dalam operasi tersebut, ratusan warga negara asing terdeteksi melakukan pelanggaran, mulai dari penyalahgunaan izin tinggal, penggunaan sponsor fiktif, hingga masuk secara ilegal ke wilayah Indonesia.

“Penegakan hukum keimigrasian merupakan bagian penting dalam menjaga kedaulatan negara. Kami memastikan setiap warga negara asing yang berada di Indonesia mematuhi ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Yuldi Yusman.

Penguatan pengawasan juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, seperti pemanfaatan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), program Desa Binaan Imigrasi, serta Forum Komunikasi Penanganan Deteni dan Pengungsi (Forkopminda). Program-program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pengelola penginapan hingga pemerintah daerah.

Di sisi lain, transformasi layanan publik terus digenjot melalui inovasi berbasis teknologi. Salah satu terobosan utama adalah aplikasi deklarasi kedatangan internasional All Indonesia yang mengintegrasikan layanan imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina dalam satu sistem digital.

Imigrasi juga meluncurkan kebijakan Global Citizen of Indonesia (GCI), yang memberikan izin tinggal tetap tanpa batas waktu bagi warga negara asing dengan keterikatan historis dengan Indonesia, seperti eks WNI, keturunan WNI, maupun pasangan WNI.

Inovasi lainnya mencakup penerapan autogate di bandara internasional, penggunaan body camera bagi petugas, hingga pembentukan Passenger Analysis Unit (PAU) untuk memperkuat analisis pergerakan penumpang secara real-time.

Untuk memperluas jangkauan layanan, Ditjen Imigrasi juga menambah 18 kantor imigrasi baru sepanjang 2025. Dengan tambahan tersebut, total kantor imigrasi di Indonesia kini mencapai 151 unit.

Menjelang berakhirnya masa tugasnya, Yuldi Yusman menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Imigrasi atas kerja keras dan kolaborasi yang telah terjalin.

“Seluruh capaian ini adalah hasil kerja kolektif insan Imigrasi di seluruh Indonesia. Saya berharap fondasi yang telah dibangun dapat terus diperkuat agar Imigrasi makin profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi negara,” pungkas dia. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pakai Paspor Palsu, 3 WNA asal Irak Dideportasi Imigrasi Bali


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Super League: PSBS di Ujung Tanduk, Misi Bangkit Dimulai dari Markas Bali United
• 23 jam lalubola.com
thumb
Muzani Ingatkan Situasi Global Tak Menentu: Modal Utama Kita Persatuan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Pendapatan Foxconn Melonjak 30 Persen Berkat AI, Prospeknya Terimbas Konflik Timur Tengah
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Sahroni Minta Kejagung Periksa Tahanan Lain yang Ditangani Kejari Karo
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Harga Plastik Naik gegara AS-Israel Vs Iran, Pramono Jamin Stok di DKI Cukup
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.