Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan pentingnya persatuan sebagai modal utama bangsa dalam menghadapi situasi global saat ini, menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri rangkaian haul KH Dalhar di Pondok Pesantren Darussalam Watucongol, Magelang, Senin (6/4).
Menurut Muzani, kekuatan utama Indonesia terletak pada kebersamaan seluruh elemen bangsa.
“Ya saya kira dalam situasi sekarang ini modal utama kita adalah persatuan. Modal utama kita adalah kebersamaan dan itu tidak boleh diingkari bahwa kita dengan bersatu kita bisa membangun, bersatu kita bisa mengangkat beban yang terberat sekalipun,” ujar Muzani.
Ia menekankan, berbagai persoalan besar akan lebih mudah dihadapi apabila masyarakat tetap solid dan menjaga semangat gotong royong.
“Kalau kita bersatu seberat apa pun masalah, beban harus kita gotong bersama-sama dan para kiai di pesantren ini, kiai-kiai di mana-mana termasuk Mbah Dalhar adalah orang yang selalu menyerukan kepentingan bangsa harus menjadi kepentingan bersama di atas segala-galanya,” katanya.
Muzani menilai, nilai-nilai persatuan telah lama diajarkan di lingkungan pesantren. Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter kebangsaan.
“Yang paling penting juga selain sumber ilmu, pondok pesantren adalah sumber persatuan. Karena di pondok pesantren dari berbagai macam daerah, orang dari berbagai macam suku adat istiadat berkumpul sehingga pondok pesantren selalu mengajarkan toleransi, kebersamaan, silaturahmi, dan persatuan,” katanya.
Politikus Gerindra ini menambahkan, keberagaman latar belakang santri justru menjadi kekuatan dalam membangun semangat persatuan, yang mencerminkan kondisi Indonesia secara luas.
“Karena itu simbol dari semua perbedaan bersatu dalam satu pondok pesantren. Inilah Indonesia, inilah tradisi-tradisi yang harus terus kita jaga dan para kiai selalu mewasiatkan itu kepada santri-santrinya di berbagai macam pesantren termasuk Watucongol,” ungkap Muzani.
Muzani menyebut, pesantren memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa, termasuk dalam melawan penjajahan.
“Pesantren selalu menjadi sumber inspirasi bagi kesadaran masyarakat dalam bernasionalisme, anti imperialisme, dan anti penjajahan. Di sisi lain pesantren juga selalu menjadi sumber ilmu, ilmu-ilmu keagamaan dan ilmu-ilmu yang memilah-milah antara kebenaran dan kebatilan,” jelasnya.
Gubernur Jateng Serukan PersatuanSementara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai kegiatan haul KH Dalhar tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat persatuan dan mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Inilah simbol daripada perputaran ekonomi dalam rangka kontribusi nasional yaitu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, khususnya dari Jawa Tengah,” ujar Luthfi.
Ia menyebut, kegiatan tersebut dihadiri masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan kuatnya pengaruh KH Dalhar dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Sehingga seluruh tidak hanya diikuti oleh masyarakat Jawa Tengah bahkan ada dari Jawa Timur, Jawa Barat, bahkan dari DKI bahkan luar Jawa pun ikut haul dalam rangka kegiatan ini,” katanya.
Hormati Adat Istiadat dan Jaga TolerasiSedangkan Pemimpin Pesantren Darussalam Timur Watucongol, KH Agus Ali Qoishor (Gus Ali Watucongol), menegaskan pentingnya menjaga persatuan sebagai warisan para kiai, khususnya KH Dalhar.
“Jadi apa pun bagaimanapun harus selalu saya jalankan sehingga kemudian adat istiadat yang sudah berlaku seperti haul ini, ini yang hadir kan tidak hanya di wilayah Jawa. Dari luar Jawa pun banyak. Dari Sumatera, dari Kalimantan juga banyak. Persatuan ini memang benar harus kita jaga sedemikian rupa dan harus memang di Indonesia itu tetap apa pun bagaimanapun harus menjaga kesatuan demi NKRI. NKRI harga mati,” ungkap dia.
Ia juga menekankan nilai toleransi dan kepedulian yang diajarkan para kiai harus terus dilanjutkan oleh generasi penerus.
“Ya supaya orang-orang itu bisa paham memahami seberapa toleransi maupun kepedulian para kiai pimpinan saya,” katanya.
Dukung Pembentukan Ditjen Pondok PesantrenGus Ali turut menanggapi Peraturan Presiden (Perpres) terkait pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyatakan pihaknya mendukung kebijakan tersebut, meski masih menunggu implementasinya.
“Ya kalau soal masalah penandatanganan, masalah dirjen itu kan ini belum, baru penandatanganan, perjalanannya kan belum. Nah nanti akan seperti apa perjalanan setelah ada dirjen di pondok, ada dirjen pondok pesantren, ya itu saya cuma tinggal menunggu seperti apa perjalanannya nanti. Semoga positif. Harapan saya juga positif, insya Allah positif,” kata dia.
Ia menegaskan, Pesantren Watucongol selama ini selalu sejalan dengan kebijakan pemerintah.
“Ya mendukung. Semua program pemerintah Watucongol tidak pernah menolak. Semua apa yang diprogramkan oleh pemerintah Watucongol selalu tetap selalu siap mendukung keputusan apa yang sudah diputuskan oleh pemerintah,” ungkap Gus Ali.
“Jadi Watucongol tidak pernah mengingkari maupun mendahului atau istilah bisa dikatakan suloyo dengan pemerintah, enggak pernah. Selalu mengikuti apa yang sudah ditentukan atau diputuskan oleh pemerintah,” lanjut dia.





