Penumpang Taksi Online Dilecehkan Pengemudi, Kaca Gelap Mobil Jadi Celah Pelaku

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang penumpang taksi online berinisial SKD (20) diduga mengalami pelecehan oleh pengemudinya, Wendy Arie Harjanto (39), pada Sabtu (14/3/2026).

Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak–Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rita Wulandari, mengatakan aksi tersebut sulit terlihat dari luar kendaraan.

Baca juga: Sopir Taksi Online Pelaku Pelecehan Konsumsi Sabu sejak November 2025 Usai Dipecat

Hal ini karena kaca mobil dilapisi film dengan visibilitas rendah dan cenderung gelap di sisi kanan dan kiri.

“Ini merupakan satu upaya untuk membatasi adanya visibilitas dari luar ke dalam kendaraan, sehingga aktivitas yang dilakukan oleh pelaku tidak bisa terlihat dari luar,” jelas Rita dalam konferensi pers, Senin (6/4/2026).

Rita menjelaskan, awalnya Wendy hanya mengajak korban mengobrol.

Baca juga: Sopir Taksi Online di Gambir Jadi Tersangka Pelecehan Penumpang, Langsung Ditahan

Namun, lama-kelamaan pembicaraan mulai menjurus pada pelecehan nonverbal.

“Si driver ini mengajak berkencan atau mempertanyakan apakah perempuan ini membuka open BO,” jelas Rita.

Pelecehan kemudian berlanjut secara fisik.

Baca juga: Korban Pelecehan Sopir Taksi Online di Gambir Dicekik Saat Rekam Aksi Pelaku

Pelaku meremas paha korban, lalu berpindah ke kursi penumpang dengan melompat.

Saat itu, korban telah lebih dulu merekam aksi Wendy menggunakan kamera ponselnya.

Menyadari hal tersebut, Wendy berusaha merebut ponsel dari tangan korban.

Dalam situasi tersebut, pelaku sempat menendang pintu mobil secara tidak sengaja, yang kemudian menjadi peluang bagi korban untuk melarikan diri.

Baca juga: Ketua HMI Unissula Diduga Dikeroyok Saat Dampingi Kasus Pelecehan, Rektorat Buka Suara

Rita mengatakan, warga yang melihat korban keluar dari kendaraan tidak mengamankan pelaku karena mengira keduanya adalah pasangan yang sedang bertengkar.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Sehingga mereka tidak mau mencampuri. Jadi hanya menolong korban saja,” kata Rita.

Ia pun mendorong masyarakat untuk lebih peka dan berani membantu apabila menemukan situasi serupa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menko PMK: Kebijakan NTA Penting untuk Jamin Kesejahteraan Generasi Sandwich
• 9 jam lalumatamata.com
thumb
Perjalanan KA Siliwangi Dihentikan Sementara Akibat Banjir Cibeber
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Difitnah Jadi Bohir Ijazah Jokowi, Kubu JK Bawa Bukti Video Laporkan Rismon dan 4 Akun ke Bareskrim
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Bahlil Lahadalia Cari Formula Harga BBM Nonsubsidi Bersama Pengusaha SPBU
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Baru Dibersihkan, Sampah Kembali Menggunung di Rusun Angke
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.