Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Sumatra
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) memastikan layanan kelistrikan di tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah kembali pulih hampir sepenuhnya.
Ketua Satgas PRR Tito Karnavian menegaskan listrik menjadi infrastruktur krusial dalam mendukung kehidupan masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi di wilayah terdampak.
“(Pemulihan) listrik kami bisa katakan 99,90 persen. Karena ada daerah terisolir yang jalannya longsor, sehingga belum dapat saluran listrik, tapi warga sudah diberikan genset. Ini penting, listrik sangat krusial,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Senin, 6 April 2026.
Berdasarkan data Satgas PRR Pascabencana Sumatera per 6 April 2026, kondisi kelistrikan di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat telah mencapai 100 persen menyala.
Capaian ini mencerminkan keberhasilan koordinasi lintas sektor dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dasar.
Sementara itu, di Sumatera Utara, proses pemulihan masih terus dikebut meski menghadapi sejumlah kendala. Sebanyak 54 pelanggan di dua desa, yakni Desa Siantar Naipospos dan Desa Pardomuan Nauli, belum sepenuhnya teraliri listrik akibat akses yang terdampak bencana.
Namun, kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi melalui dukungan genset portable dari PLN.
Upaya rehabilitasi jaringan listrik di wilayah tersebut juga terus berjalan.
Pembangunan jaringan tegangan menengah sepanjang 17,5 kilometer dan pemasangan empat trafo berkapasitas masing-masing 50 kVA telah mencapai progres 77,82 persen atau sekitar 13,62 kilometer. Pekerjaan ini kembali dipercepat usai periode Lebaran 2026.
Di sisi lain, Satgas PRR juga merespons cepat gangguan akibat bencana susulan.
Banjir yang terjadi pada 19 Maret 2026 sempat memicu pemadaman di wilayah Tapanuli Utara, dengan dampak pada empat gardu listrik dan 54 pelanggan. Penanganan cepat di lapangan berhasil meminimalkan dampak yang terjadi.
Pemulihan sektor ketenagalistrikan ini menjadi fondasi penting untuk mendorong aktivitas masyarakat kembali normal.
Dengan listrik yang kembali menyala, layanan publik, kegiatan ekonomi, hingga kehidupan sosial warga terdampak dapat berjalan lebih optimal.
Satgas PRR menegaskan akan terus mengawal percepatan pemulihan infrastruktur hingga seluruh wilayah terdampak benar-benar pulih, dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan BUMN sebagai kunci utama.
Editor: Redaksi TVRINews





