Lembaga KedaiKOPI merilis hasil survei terkait pelaksanaan mudik Lebaran 2026. Hasilnya, sebanyak 88,8 persen responden menyatakan puas, dengan nilai rata-rata kepuasan 7,18 dari skala 1–10.
Survei dilakukan pada 23-30 Maret 2026 terhadap 1.101 responden yang merupakan pemudik Lebaran.
Pada layanan transportasi, kenyamanan armada menjadi aspek dengan tingkat kepuasan tertinggi di berbagai moda, mulai dari bus, kereta api, hingga travel resmi.
Namun, sejumlah catatan muncul:
Bus: keluhan pada kenyamanan terminal
Kereta api: ketersediaan tiket turun dari 84,8% menjadi 76,1%
Travel: kenyamanan titik penjemputan
Di moda lain:
Kapal laut: antrean masuk kapal diapresiasi, tapi pembelian tiket masih dikeluhkan
Pesawat: kenyamanan kabin tinggi, namun kuota tiket tetap jadi isu
Dari sisi infrastruktur, jalan tol mendapat tingkat kepuasan lebih tinggi dibanding non-tol.
Kepuasan jalan tol berada di kisaran 91–92 persen
Penerangan jalan tol naik signifikan dari 77,2% menjadi 92,2%
Sementara itu, jalan non-tol mendapat sorotan:
Kemulusan jalan di daerah hanya 73,1 persen, turun dari 82,9%
Rambu lalu lintas menjadi aspek paling diapresiasi (85,8%)
Di rest area, ketersediaan bahan bakar mendapat apresiasi tinggi (87,1%). Namun, kebersihan toilet menjadi catatan, dengan kepuasan turun ke 77,8%.
Untuk layanan darurat:
Tingkat kepuasan: 77,8 persen (turun 12,5%)
Kepatuhan pengendara lain menjadi yang terendah: 71,9 persen
Salah satu kebijakan yang paling mendapat dukungan adalah pemisahan akses pelabuhan berdasarkan jenis kendaraan di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.
Sebanyak 91,5 persen responden menyatakan setuju dengan kebijakan tersebut.
Dari sisi keamanan, 86,7 persen responden percaya aparat lingkungan seperti RT/RW mampu menjaga rumah saat mudik.
Sementara tingkat kepercayaan terhadap kepolisian berada di angka 79,4 persen.





