Golkar soal Reshuffle di Tengah Memanasnya Geopolitik: Presiden yang Menilai

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, menilai wacana reshuffle kabinet di tengah memanasnya geopolitik internasional sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden Prabowo Subianto.

Doli menegaskan, presiden yang paling mengetahui kebutuhan kabinet dalam menghadapi situasi global saat ini.

“Ya, pertama saya sih kalau kembali, ya pasti jawabannya standar, kalau yang namanya reshuffle kabinet itu kan kewenangan mutlak atau, apa namanya, hak prerogatif, privilege-nya Pak Presiden, Pak Prabowo, gitu lho,” kata Doli di DPR, Senin (6/4).

Menurut dia, hanya presiden yang dapat menilai apakah reshuffle dibutuhkan atau tidak.

“Nah, tentu beliau yang paling bisa menilai, ya, apakah situasi apa pun yang dihadapi, termasuk situasi geopolitik internasional sekarang ini, punya dampak terhadap Indonesia sehingga memang harus kemudian diambil langkah-langkah, termasuk soal reshuffle. Itu yang paling tahu Pak Prabowo,” ujarnya.

Doli menilai, sejauh ini kebijakan pemerintah masih menunjukkan kondisi yang relatif aman. Ia mencontohkan harga BBM dan stok energi yang masih terkendali, serta situasi pangan yang dinilai stabil.

“Tapi kan sejauh ini saya kira kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia, ya, sampai sejauh ini masih terlihat aman. Misalnya, kalau di negara-negara lain harga BBM sudah naik, kita tidak begitu. Terus kemudian stok BBM kita sampai hari ini, pemerintah menyatakan masih aman. Juga situasi pangan kita masih aman,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah telah melakukan langkah antisipasi untuk merespons ketidakpastian global. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan yang diambil tidak membebani masyarakat jika konflik internasional berlangsung lama.

“Walaupun kita khawatir juga, kalau ini terus berlangsung lama, terus-menerus, kita khawatir itu akan berdampak. Kalau tadinya kita sekarang tidak menaikkan harga, kita tidak mau, ya. Karena menurut saya, jangan sampai kebijakan apa pun yang diambil terhadap situasi yang dihadapi itu bisa membebani masyarakat. Itu yang kita tidak mau,” ucapnya.

Doli juga mendorong pemerintah lebih aktif dalam upaya menciptakan perdamaian dunia sebagai langkah mengurangi dampak krisis global. Menurutnya, konflik perang menjadi sumber utama gejolak ekonomi internasional.

“Makanya kita mendorong, memberikan dukungan kepada Pak Prabowo, kepada presiden, kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah yang lebih tegas, lebih aktif untuk ikut terlibat dalam mengakhiri perang dan menjadi garda terdepan penciptaan perdamaian dunia, kira-kira begitu,” jelasnya.

Saat ditanya apakah reshuffle perlu dilakukan saat ini, Doli kembali menegaskan keputusan tersebut berada di tangan presiden.

“Nih bercandaannya, nih, kalau saya bilang mau reshuffle, Pak Presiden enggak, kan, ya, karena itu kewenangan penuh Pak Presiden,” tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jalan Utama Cianjur Terendam Banjir 1 Meter: Motor Tak Dapat Melintas
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Kejagung Akan Periksa 4 Jaksa Terkait Kasus Amsal Sitepu, Ini yang Didalami
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Camat Ujung Pandang Dorong Setiap Kelurahan Harus Punya Inovasi Sesuai Karakter Wilayah
• 11 jam laluterkini.id
thumb
Seleksi Polri 2026 di Pontianak, Puluhan Calon Anggota Jalani Seleksi Tahap Awal
• 56 menit lalurepublika.co.id
thumb
Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham BUMI, BRPT & INCO Justru Melaju
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.