Terkini, Makassar – Camat Kecamatan Ujung Pandang Nanin Sudiar A.P mendorong setiap kelurahan untuk memiliki inovasi yang disesuaikan dengan karakter wilayah, potensi lingkungan, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.
Inovasi tersebut diharapkan menjadi program unggulan sekaligus identitas masing-masing kelurahan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal.
Camat Ujung Pandang Nanin Sudiar A.P mengatakan bahwa setiap wilayah memiliki karakter yang berbeda sehingga program inovasi tidak dapat disamaratakan antara satu kelurahan dengan kelurahan lainnya.
“Setiap kelurahan harus punya inovasi sesuai karakter wilayahnya. Karena setiap wilayah memiliki kondisi lingkungan, potensi masyarakat, dan sumber daya yang berbeda-beda, sehingga inovasinya juga harus menyesuaikan dengan potensi yang ada di wilayah tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pihak kecamatan akan menginventarisasi dan mengumpulkan program inovasi dari setiap kelurahan untuk kemudian dikembangkan sebagai program unggulan wilayah.
“Kami akan mengumpulkan dari kelurahan-kelurahan kira-kira inovasi apa yang bisa menjadi karakter masing-masing wilayah. Ada yang bisa mengembangkan tanaman herbal, ada yang fokus pada makanan olahan atau UMKM kuliner, dan ada juga yang bisa dikembangkan pada sektor perbenihan atau pertanian kota jika wilayahnya memungkinkan,” jelasnya.
Menurutnya, inovasi berbasis karakter wilayah ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat serta membuka peluang ekonomi baru di tingkat kelurahan.
Produksi Sampah Pelaku Usaha Akan Didata dan Disesuaikan dengan RetribusiSelain mendorong inovasi kelurahan, Kecamatan Ujung Pandang juga akan melakukan pendataan ulang terkait produksi sampah dari pelaku usaha seperti rumah makan, restoran, kafe, dan usaha kuliner lainnya.
Pendataan ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara volume sampah yang dihasilkan dengan retribusi sampah yang selama ini dibayarkan oleh pelaku usaha.
“Kami akan mengidentifikasi kembali jumlah produksi sampah dari pelaku usaha. Karena produksi sampah setiap usaha berbeda-beda, ada yang tinggi di malam hari, ada yang tinggi di siang hari, bahkan pada waktu tertentu seperti sore atau akhir pekan bisa meningkat cukup signifikan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa selama ini retribusi sampah pelaku usaha belum sepenuhnya disesuaikan dengan volume sampah yang dihasilkan. Oleh karena itu, pemerintah kecamatan akan melakukan pendataan selama beberapa hari untuk mengetahui rata-rata produksi sampah harian dari masing-masing pelaku usaha.
Setelah data diperoleh, pemerintah akan melakukan penyesuaian retribusi berdasarkan karakter usaha dan volume sampah yang dihasilkan sehingga sistem retribusi menjadi lebih adil dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Ke depan kita akan melihat berapa jumlah produksi sampah per hari dari masing-masing pelaku usaha, kemudian kita sesuaikan dengan retribusi yang dibayarkan sesuai karakter dan volume sampahnya,” tambahnya.
Program TEBA Perkuat Koordinasi RT dan RWSementara itu, terkait Program TEBA atau pengelolaan kebersihan berbasis wilayah, Kecamatan Ujung Pandang menekankan pentingnya koordinasi antara kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW dalam pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.
Menurut dia, RT dan RW memiliki peran penting dalam membantu pengaturan jadwal penjemputan sampah, alur pengangkutan sampah, serta membantu memaksimalkan operasional armada persampahan di wilayah masing-masing.
“Ke depan kami akan memperkuat koordinasi dengan lurah, kemudian diteruskan ke RT dan RW. Ini sangat penting untuk pengaturan alur penjemputan sampah, jadwal penjemputan, serta memaksimalkan armada yang ada,” ujarnya.
Selain itu, pihak kecamatan juga akan melakukan evaluasi terhadap jumlah armada dan satgas persampahan yang ada saat ini untuk memastikan pelayanan pengangkutan sampah dapat berjalan maksimal.
“Kami akan melihat kembali apakah armada dan satgas yang ada sudah memadai atau masih perlu penambahan. Semua ini tentu akan disesuaikan dengan arahan dari Bapak Wali Kota,” tutupnya.




