HARIAN FAJAR, MAKASSAR — Momentum Halalbihalal dimanfaatkan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sulsel untuk memperkuat sinergi sektor properti sekaligus mendorong akselerasi pembiayaan perumahan di daerah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Lebaran, tetapi juga forum strategis mempertemukan pengembang, perbankan, dan regulator dalam membahas arah industri properti ke depan.
Dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP APERSI, Dedy Indra Setiawan, kegiatan ini digelar di Hotel Mercure Makassar pada Senin, 6 April.
Sekretaris Jenderal DPP APERSI, Dedy Indra Setiawan, menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi untuk mendorong peningkatan produksi perumahan, khususnya di Sulsel.
“Kami berharap produksi dan realisasi Apersi Sulsel bisa meningkat, sejalan dengan target pemerintah pusat dalam program pembangunan 3 juta rumah,” ujarnya pada Senin, 6 April.
Menurutnya, peran daerah menjadi krusial dalam menekan backlog perumahan yang masih tinggi, termasuk melalui penguatan akses pembiayaan bagi pengembang.
Selain itu, salah satu isu utama yang dibahas adalah dorongan terhadap kredit konstruksi dari perbankan.
Apersi berupaya mempertemukan kebutuhan pembiayaan pengembang dengan kesiapan lembaga keuangan agar proyek perumahan, khususnya rumah subsidi, dapat berjalan lebih cepat.
“Kami memfasilitasi matching antara perbankan dan pengembang agar pembiayaan bisa lebih optimal,” tambah Dedy.
Selain pembiayaan, arah kebijakan perumahan nasional juga menjadi pembahasan. Dedy mengaku tengah diminta memberikan masukan kepada pemerintah terkait pengembangan hunian vertikal sebagai solusi keterbatasan lahan di perkotaan.
Di Makassar, potensi hunian vertikal dinilai semakin relevan. Selama ini, masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin mengakses rumah subsidi cenderung harus bergeser ke wilayah penyangga seperti Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros akibat keterbatasan lahan di pusat kota.
Model hunian vertikal dinilai dapat menjadi solusi untuk mendekatkan akses tempat tinggal dengan pusat aktivitas ekonomi, sekaligus menekan biaya transportasi masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD Apersi Sulsel, Yasser Latief, menekankan bahwa Halalbihalal menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Ini bukan hanya silaturahmi, tapi juga ruang untuk menyampaikan agenda strategis kami kepada stakeholder, termasuk perbankan dan OJK,” ujarnya.
Yasser menambahkan bahwa kolaborasi yang erat antara pengembang, perbankan, dan regulator menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan sektor properti di tengah tantangan pembiayaan dan keterbatasan lahan.
Melalui forum ini, Apersi Sulsel berharap tercipta sinergi yang lebih konkret untuk mendorong realisasi proyek perumahan, sekaligus mempercepat pencapaian target nasional di sektor hunian. (ams)





