Fakta Baru Kematian Teresa Teng Terungkap, Pengakuan Mantan Pelayan Bikin Merinding

tabloidbintang.com
5 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Lebih dari tiga dekade sejak kepergiannya, detail baru tentang detik-detik terakhir penyanyi legendaris Taiwan, Teresa Teng, akhirnya terungkap ke publik.

Teresa Teng meninggal dunia pada 8 Mei 1995 di Chiang Mai, Thailand, saat tengah berlibur. Ia wafat di usia 42 tahun setelah mengalami serangan asma parah yang berujung pada gagal pernapasan.

Saat itu, Teresa diketahui menginap di Imperial Mae Ping Hotel sebelum akhirnya dilarikan ke Chiang Mai Ram Hospital, tempat ia dinyatakan meninggal dunia. Menariknya, tidak pernah dilakukan autopsi terhadap jasadnya, atas permintaan sang kekasih asal Prancis, Paul Quilery, yang saat kejadian tidak berada di hotel.

Kini, mantan kepala pelayan pribadi Teresa di Thailand, yang dikenal sebagai Billy, untuk pertama kalinya mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada hari naas tersebut.

Dalam wawancara yang dibagikan oleh influencer Tiongkok Chiang Mai Xiao Yang Yang, Billy yang saat itu merawat Teresa selama masa tinggalnya mengungkap bahwa kondisi sang penyanyi terlihat “normal” saat ia mengantarkan sarapan di pagi hari.

Namun situasi berubah drastis pada sore hari.

Setelah berolahraga dan mandi, Teresa tiba-tiba mengalami sesak napas hebat ketika Paul sedang tidak berada di tempat. Saat Billy menyadari ada yang tidak beres dan meminta bantuan manajer hotel, kondisi Teresa sudah dalam keadaan kritis.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat itu Teresa tidak membawa obat darurat. Bahkan, tangan dan kakinya mulai mengalami kejang serta mati rasa.

Kemacetan lalu lintas yang parah memperlambat perjalanan menuju rumah sakit, sehingga kesempatan emas untuk penanganan medis pun terlewat.

Billy menambahkan bahwa mereka baru mengetahui Teresa sempat mandi setelah berolahraga saat polisi melakukan pemeriksaan di kamar. “Saya tidak tahu dia sedang mandi, saya juga tidak tahu berapa lama dia di dalam. Kalau dia merasa tidak enak badan, pasti dia keluar—saya tidak bisa masuk,” ujarnya dengan nada penyesalan.

Tragedi tersebut disebut masih membekas hingga kini. Sejak kejadian itu, Billy bahkan mempelajari pertolongan pertama agar lebih siap menghadapi situasi darurat di masa depan.

Ia juga mengungkap bahwa dirinya sempat diminta pihak hotel untuk bungkam soal insiden tersebut, bahkan hingga harus mengganti nama. Baru setelah pembatasan itu dicabut, ia berani menceritakan kembali kejadian sebenarnya.

Pengungkapan ini pun memicu perbincangan di dunia maya. Sejumlah netizen menyoroti risiko mandi segera setelah berolahraga, terutama bagi penderita asma. Salah satu komentar menyebut, “Bernapas dalam setelah olahraga lalu menghirup uap tanpa istirahat bisa memicu asma. Saya pernah mengalaminya, jadi saya paham.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respon Konflik Global, DPD dan DPR RI Deklarasikan Kaukus Parlemen Perdamaian Dunia
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Daya Beli Terjaga, Purbaya: Orang-orang yang Dulu Punya Motor Sekarang Sudah Bisa Beli Mobil
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pinkan Mambo Ngamen di Jalan, Suami: Tabungan Menipis, Utang Menumpuk
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Rusia Panik Situs Nuklir Iran Dirudal, Telpon Langsung Militer Israel
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hindari Modus Penipuan, Warga Diminta Pastikan Petugas Ukur Tanah Resmi dari BPN
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.