Pantau - Kementerian PPN/Bappenas mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencapai 7,4 hingga 8,0 persen pada 2027 guna mendukung target nasional sebesar 6,3 hingga 7,5 persen.
Target Pertumbuhan dan Peran Strategis KepriPernyataan tersebut disampaikan Tri Dewi Virgiyanti saat menghadiri Musrenbang RKPD Kepri 2027 di Tanjungpinang.
"Target ekonomi Kepri tahun 2027, selaras dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029," ungkapnya.
Kepri dinilai sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Barat Indonesia.
Pada 2025, ekonomi Kepri tumbuh 6,94 persen atau lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,11 persen.
Struktur ekonomi Kepri didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi 41,91 persen terhadap PDRB.
Industri unggulan Kepri meliputi sektor elektronik dan logam.
Kota Batam menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi dengan nilai Rp61,69 triliun atau sekitar 26 persen.
"Ini menegaskan Kepri memiliki basis manufaktur strategis yang terhubung langsung dengan rantai pasok global," ujarnya.
Ketimpangan Wilayah dan Strategi PemerataanMeski tumbuh tinggi, terdapat ketimpangan pertumbuhan ekonomi antarwilayah di Kepri.
Kabupaten Kepulauan Anambas mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,4 persen pada 2025.
Sementara Tanjungpinang dan Kabupaten Lingga mencatat pertumbuhan terendah masing-masing 3,31 persen dan 3,35 persen.
"Ekonomi Tanjungpinang dan Lingga cukup rendah dibanding angka rata-rata nasional maupun kabupaten/kota lainnya di Kepri," jelasnya.
Pemerintah menilai diperlukan percepatan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Kepri.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan konektivitas antarwilayah dan intervensi pembangunan yang lebih terarah.
Fokus pengembangan diarahkan pada sektor teknologi tinggi dan maritim.
Pemerintah juga mendorong percepatan energi bersih serta digitalisasi layanan publik.
Hilirisasi sektor kelautan dan pengembangan kawasan ekonomi terintegrasi menjadi prioritas.
Letak strategis Kepri di jalur pelayaran internasional dinilai belum diimbangi konektivitas dan distribusi logistik yang optimal.
"Kepri harus memperkuat konektivitas dan aksesibilitas antarpulau, seperti pengembangan pelabuhan serta akses mendukung menuju kawasan industri," tegasnya.
Pemerintah berharap muncul pusat pertumbuhan ekonomi baru terutama di Natuna dan Anambas.
Pengembangan wilayah tersebut memerlukan infrastruktur dasar yang memadai termasuk ketersediaan air untuk perumahan, industri, dan perkotaan.
Melalui Musrenbang RKPD 2027, perencanaan pembangunan pusat dan daerah diharapkan berjalan selaras.
"Pemprov Kepri harus memprioritaskan proyek prioritas sebagai daya ungkit ekonomi, lalu pengendalian inflasi, serta memastikan sinergi perencanaan pusat dan daerah di dalam Musrenbang RKPD 2027," pungkasnya.
Tema Musrenbang RKPD Kepri 2027 adalah "Pengembangan Potensi Perekonomian Daerah dan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berkarakter, Didukung oleh Pelayanan Publik yang Bermutu".




