Dorong Kedokteraan Presisi, Akses Pemeriksaan Genomik Diperluas

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS– Cakupan pemeriksaan genomik di Indonesia perlu diperluas seiring dengan kebutuhan data yang semakin besar untuk mewujudkan kedokteran presisi di masyarakat. Dukungan riset dan penelitian pun dibutuhkan, lewat kolaborasi berbagai pihak.

Ketua Yayasan Satriabudi Dharma Setia (YSDS) Vincentius Simeon Weo Budhyanto mengatakan, pandemi Covid-19 telah memberi pelajaran penting mengenai potensi dari pemeriksaan sekuensing genomik di masyarakat. Selain menunjukkan kondisi penyakit secara presisi, pemeriksaan untuk membaca kode genetik (DNA) tersebut juga penting sebagai awal dari berbagai pengembangan teknologi kesehatan, seperti vaksin.

“Data urutan genom itu adalah informasi yang sangat krusial. Banyak alat diagnostik itu hulunya, pangkalnya adalah data genomik. Kalau tidak ada data genomik, kita tidak bisa membangun alat-alat tersebut,” ujarnya dalam konferensi pers terkait acara simposium “Peluncuran Next Generation Sequencing (NGS)” di Jakarta, Senin (6/4/2026). Penyelenggara simposium ini salah satunya adalah Yayasan Satriabudi Dharma Setia.

Baca JugaPemetaan Genomik Manusia Indonesia
Baca JugaGenomik untuk Medis

Menurut Vincentius, keterbatasan data genomik pada masyarakat Indonesia membuat pengembangan dan pemanfaatan teknologi berbasis genetika menjadi terhambat. Alat sekuensing genomik sudah tersedia di Indonesia, namun aksesnya masih terbatas dan tidak merata.

Selain itu, representasi data genom masyarakat Indonesia juga masih rendah. Padahal, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Kondisi tersebut membuat karakteristik genetik masyarakat Indonesia kurang terpetakan.

Banyak alat diagnostik itu hulunya, pangkalnya adalah data genomik. Kalau tidak ada data genomik, kita tidak bisa membangun alat-alat tersebut.

Pemeriksaan genomik memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Lewat data genomik, kedokteran presisi bisa diwujudkan. Selain itu, data genomik juga memungkinkan deteksi dini berbagai penyakit, mulai dari risiko kanker, penyakit genetik, serta kemampuan dalam merespons obat.

Untuk mengembangkan vaksin

Data genomik dapat digunakan untuk mengembangkan vaksin sesuai dengan kondisi masyarakat setempat. Dengan data itu pula berbagai alat diagnostik yang sesuai dengan kebutuhan penyakit masyarakat bisa dihasilkan.

Untuk itu, Vincentius menyampaikan, perluasan pemeriksaan genomik mendesak untuk dilakukan. Yayasan Satriabudi Dharma Setia selaku organisasi yang memajukan riset genomik, pun berupaya mendorong perluasan akses pemeriksaan genomik di masyarakat lewat kolaborasi nasional dan global.

Hingga kini, lebih dari 60 alat pemeriksaan genomik telah didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia. Sebagian besar telah diintegrasikan dengan penelitian di perguruan tinggi. Langkah tersebut diharapkan dalam memperluas akses penelitian di masyarakat.

Upaya tersebut sejalan dengan program pemerintah yang tengah membangun basis data genom nasional. Kementerian Kesehatan menargetkan sekuensing genom bisa mencapai setidaknya 200.000 individu di Indonesia.

Baca JugaData Genomik Manusia Indonesia untuk Pemetaan Budaya dan Pengobatan Presisi
Baca JugaSurveilans Genomik Indonesia Peringkat Ke-7 di ASEAN

“Target itu akan realistis jika dilakukan melalui kolaborasi. Kalau kita kolaborasi bersama, kita seharusnya bisa capai kurang dari dua tahun untuk menyelesaikan data 200.000 genom orang Indonesia,” ujar Vincentius.

Pembiayaan

Menurut Vincentius, biaya sekuensing menjadi salah satu tantangan yang dihadapi saat ini. Biaya sekuensing untuk satu orang bisa mencapai 800 dollar AS. Jumlah itu menjadi sangat besar untuk membiayai pemeriksaan sekuensing genomik untuk 200.000 orang.

Namun, lewat berbagai negosiasi, akses terhadap teknologi terkini dengan biaya terjangkau bisa didapatkan. Biaya dari pemeriksaan genomik kini bisa mencapai kurang dari 100 dollar AS dengan pemanfaatan teknologi UG200 yang dikembangkan oleh Ultima Genomics, Inc.

Penurunan biaya tersebut akan membuka peluang pemeriksaan yang lebih besar di masyarakat. Dengan begitu, data yang didapatkan pun bisa semakin luas. Akses masyarakat untuk melakukan pemeriksaan serta mendapatkan pengobatan presisi bisa lebih mudah.

General Manager untuk kawasan Asia dari Ultima Genomics, Jason Kang mengatakan, teknologi yang dikembangkan dalam UG200 dapat menekan biaya secara signifikan. Hal itu dinilai penting agar akses pada pemeriksaan genomik bisa semakin luas dan dijangkau oleh seluruh masyarakat.

Teknologi yang dikembangkan memungkinkan proses sekuensing dilakukan secara otomatis. Sistem pemeriksaan yang digunakan juga menggunakan teknologi semikonduktor untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya operasional. Meski begitu, sensitivitas dari alat tersebut cukup tinggi.

Ia pun memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan tetap menjamin keamanan data genomik dari setiap individu yang diperiksa. Perlindungan data pun menjadi prioritas yang dijalankan.

Baca Juga9.000 Genom Manusia Indonesia Terkumpul, Prioritas untuk Riset Pengobatan
Baca JugaPerkuat Ahli Lokal Agar Proyek Genomik Tidak Bias Etnik

“Kami memastikan data yang dihasilkan tetap berada di negara tersebut. Ini adalah aset nasional yang harus dilindungi. Kami mematuhi regulasi terkait keamanan data,” kata Jason.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam siaran pers yang terbit pada Kamis (12/2/2026), program pengumpulan data genomik Indonesia lewat biomedical and genomic science initiative (BGSi) telah berhasil mengumpulkan 20.000 masyarakat Indonesia. Setidaknya sudah ada 10 rumah sakit nasional yang ditunjuk sebagai pusat jejaring program BGSi.

Budi menyebutkan, pemeriksaan genomik secara menyeluruh pada masyarakat Indonesia sangat penting untuk mendorong pengobatan yang lebih presisi. Pengobatan presisi dapat menjadi jawaban untuk menekan pembiayaan kesehatan yang semakin besar di Indonesia.

“Lewat data genomik, pemeriksaan kesehatan kita akan menjadi jauh lebih akurat, lebih presisi, dan lebih personal. Otomatis, pengobatannya juga bisa lebih tepat sasaran dan efektif dalam menyembuhkan,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Mengenali Orang dengan Karisma Alami Menurut Ilmu Psikologi
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Antisipasi Korupsi, KPK Perkuat Tata Kelola di 175 Kawasan Industri Nasional
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Surplus Perdagangan Indonesia Mulai Tertekan
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Bus Rem Blong Kecelakaan di Sanggau, 1 Orang Tewas Puluhan Luka-Luka
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Frankfurt Ditahan Koln 2-2, Union Berlin Juga Gagal Menang di Pekan ke-28
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.