Jakarta, tvOnenews.com - Performa Marc Marquez bersama tim pabrikan Ducati terus menjadi sorotan tajam usai hasil mengecewakan di tiga balapan awal MotoGP 2026.
Setelah gagal meraih podium di Circuit of The Americas, alarm bahaya disebut mulai berbunyi, baik di kubu Marquez maupun Ducati.
- Reuters
Hasil tersebut dinilai menjadi indikasi bahwa upaya mempertahankan gelar juara dunia musim ini berada dalam ancaman serius, meski baru memasuki tiga seri awal.
Marquez bahkan tidak mampu menembus baris terdepan saat kualifikasi. Ia hanya start dari baris kedua, yang kemudian berdampak pada tekanan besar saat balapan.
Kesalahan di Sprint Race yang berujung kecelakaan dan insiden dengan Fabio Di Giannantonio membuatnya mendapat penalti, sehingga peluang meraih hasil maksimal sirna.
Ia pun hanya mampu finis di posisi kelima pada balapan utama.
Pengamat teknis MotoGP, Ramon Forcada, menilai hasil buruk tersebut bukan sekadar kebetulan.
“Kami belum benar-benar melihat Marc dalam performa terbaiknya tahun ini," ujar Forcada dilansir dari laman Speedweek.
"Saya tidak tahu detail kondisi motornya, tetapi Marquez jelas masih punya banyak pekerjaan. Kita belum melihat Marc Marquez yang sesungguhnya di motor 2026,” lanjutnya.
Ia juga menilai ada pengaruh cedera terhadap performa Marquez yang terlihat dari bahasa tubuhnya di lintasan.
“Bagi saya, ini berkaitan dengan cedera. Anda bisa melihatnya dari bahasa tubuhnya,” tambah Forcada.
Menurutnya, hasil di Austin menjadi bukti bahwa Marquez dan Ducati belum berada di level juara dunia musim ini.
(aes)




