FAJAR, MAROS– Menyikapi polemik yang terjadi di Pondok Pesantren Darul Istiqamah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan membentuk tim mediasi.
Hal tersebut disampaikan Bupati Maros, AS Chaidir Syam, usai menghadiri rapat koordinasi di Pesantren Darul Istiqamah, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan, pembentukan tim mediasi merupakan langkah awal untuk mencari solusi atas persoalan yang terjadi di lingkungan pesantren tersebut.
“Alhamdulillah, melalui inisiasi Kapolres Maros, hari ini kita mengundang seluruh pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, Kementerian Agama, BPN, hingga Pengadilan, untuk menindaklanjuti persoalan di Pesantren Darul Istiqamah,” ujarnya.
Menurutnya, tim mediasi akan segera bekerja dengan mengundang para pihak yang berselisih guna mendalami akar persoalan secara menyeluruh.
“Kita akan mengundang semua pihak untuk mendengarkan langsung permasalahan utamanya. Harapannya, dapat ditemukan solusi terbaik,” jelasnya.
Chaidir menegaskan, seluruh pihak yang terlibat diminta menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
“Kami berharap semua pihak bisa menahan diri dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan pihak lain. Jika itu terjadi, tentu akan ada konsekuensi hukum,” tegasnya.
Terkait akar persoalan, ia mengakui hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi yang valid, termasuk dugaan adanya perbedaan pandangan dalam pengelolaan pesantren.
“Informasi yang kami terima masih bersifat sepihak. Karena itu, tim mediasi akan mendalami lebih lanjut agar persoalan ini dapat menjadi terang,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkab Maros juga akan menelusuri status jalan yang menjadi salah satu sumber polemik di kawasan pesantren, termasuk isu penggunaan anggaran pemerintah dalam pembangunannya.
“Kami telah mulai mengumpulkan data, termasuk dari BPN. Status jalan ini akan kami telaah secara riil berdasarkan data yang ada,” paparnya.
Ia menambahkan, proses mediasi ini akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
“Kita akan menghadirkan para pihak yang bersengketa. Mudah-mudahan pekan ini sudah dapat dilaksanakan pertemuan tersebut,” pungkasnya. (rin)





