JAKARTA, DISWAY.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan stok pangan nasional aman hingga 11 bulan ke depan, meski Indonesia akan menghadapi musim kemarau panjang akibat El Nino.
Menurut Mentan, kondisi El Nino tahun ini masih lebih ringan dibanding 2015. Pengalaman menangani El Nino pada 2015, 2023, dan 2024 membuat pemerintah lebih siap.
"Sepertinya masih lebih tinggi El Nino yang dulu, (tahun) 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman, (tahun) 2015, 2023, 2024," kata Amran dalam keterangan daring, Senin (06/04).
BACA JUGA:Terima Audiensi Dubes Rusia, Ketua DPD Bahas Peluang Kerjasama Pengembangan Listrik Energi Nuklir
Pemerintah memproyeksikan kemarau berlangsung 6 bulan. Sementara stok beras nasional diperkirakan cukup untuk 11 bulan ke depan.
Perhitungan ini menggabungkan tiga sumber: stok di gudang Bulog, stok swasta di sektor Horeka, dan potensi panen yang sedang serta akan berlangsung.
"Sebelas bulan ke depan ini aman. Stoknya untuk rakyat Indonesia aman. Sedangkan kekeringan hanya 6 bulan. Berarti aman, pangan aman," tegas Amran.
Rincian Stok Beras Nasional Saat Ini
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, berikut rincian ketersediaan beras:
- Gudang Bulog: 4,5 juta ton, diprediksi naik jadi 5 juta ton dalam 20 hari ke depan.
- Sektor swasta Horeka: 12,5 juta ton tersebar di hotel, restoran, dan kafe.
- Standing crop: Potensi 11 juta ton dari tanaman yang sudah ada dan siap panen.
BACA JUGA:Pedagang Kaki Lima Resah! Harga Plastik Terus Naik Imbas Konflik Israel-AS dan Iran
Selain itu, program pompanisasi yang disiapkan sejak April 2026 diperkirakan menambah panen 2 juta ton per bulan. Artinya ada potensi tambahan 12 juta ton.
Dengan seluruh perhitungan tersebut, Mentan memproyeksikan ketahanan stok beras sangat aman bahkan sampai puncak panen tahun 2027.
"Berarti bisa sampai Maret, panen puncak tahun depan, aman. Bahkan bisa overlap sampai April 2027," tutup Amran.





