Pantau - Dokter spesialis jantung Dr. Sanjay Bhojraj menyebut kebiasaan berdiam diri dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko serangan jantung secara signifikan.
Risiko Kesehatan Akibat Kurang BergerakSanjay mengatakan kebiasaan duduk berjam-jam tanpa aktivitas fisik dapat menggandakan risiko serangan jantung yang sering kali diabaikan masyarakat.
"Kebiasaan sehari-hari ini menggandakan risiko serangan jantung anda, dan kebanyakan orang tidak memikirkannya dua kali," ungkapnya mengutip Hindustan Times, Minggu (5/4).
Ia menjelaskan kurangnya gerakan fisik dapat memperlambat sirkulasi darah, meningkatkan kadar gula, serta memicu pembekuan darah yang berujung pada serangan jantung dan stroke.
"Itulah bagaimana risiko serangan jantung dan stroke meningkat," kata Sanjay.
Data WHO dan Cara PencegahanTemuan tersebut diperkuat data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut kurangnya aktivitas fisik sebagai salah satu faktor utama kematian akibat penyakit tidak menular.
WHO mencatat individu yang tidak aktif memiliki risiko kematian 20 hingga 30 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang rutin bergerak.
Selain itu, gaya hidup sedentari juga berkontribusi terhadap hipertensi dan obesitas yang menjadi pintu masuk penyakit jantung.
Sanjay menegaskan pencegahan dapat dilakukan dengan langkah sederhana seperti berdiri setiap 30 hingga 60 menit, berjalan kaki, atau melakukan gerakan ringan tanpa harus menjalani latihan berat di pusat kebugaran.
Para ahli juga menjelaskan duduk terlalu lama dapat memperlambat metabolisme tubuh karena menurunnya enzim pemecah lemak dalam darah.



