PAKAR epidemiologi menekankan pentingnya penguatan cakupan vaksinasi sebagai strategi utama untuk mengendalikan penyebaran penyakit campak di Indonesia. Peningkatan cakupan imunisasi dasar dan lanjutan dinilai mendesak guna menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) yang mampu memutus rantai penularan.
Langkah ini menjadi krusial mengingat campak merupakan penyakit yang sangat menular dan berpotensi memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) jika terdapat celah imunitas di masyarakat. Epidemiolog mengingatkan bahwa penurunan cakupan vaksinasi, bahkan dalam persentase kecil, dapat berdampak signifikan pada munculnya klaster kasus baru.
“Upaya pengendalian tidak bisa hanya dilakukan saat terjadi lonjakan kasus, tetapi harus melalui penguatan imunisasi rutin yang konsisten dan merata di seluruh wilayah,” ujar Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Lampung Ismen Mukhtar dalam keterangannya terkait strategi kesehatan publik.
Selain mengejar target kuantitas, kualitas distribusi vaksin dan edukasi kepada orang tua juga menjadi faktor penentu. Tantangan berupa disinformasi mengenai vaksinasi masih menjadi hambatan di beberapa daerah, sehingga diperlukan pendekatan persuasif dari tenaga kesehatan di tingkat akar rumput.
Hingga saat ini, data mengenai sebaran wilayah dengan cakupan vaksinasi terendah sedang divalidasi oleh pihak terkait untuk menentukan prioritas intervensi. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan pemetaan ulang terhadap balita yang belum mendapatkan dosis lengkap guna meminimalisir risiko fatalitas akibat komplikasi campak.





