OJK Minta Lembaga Keuangan Perkuat Manajemen Risiko

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta seluruh lembaga jasa keuangan di Indonesia untuk memperkuat manajemen risiko dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika global yang kian tidak menentu.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan ketegangan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak lanjutan terhadap sektor keuangan.

Menurutnya, eskalasi konflik tersebut dapat memicu peningkatan volatilitas pasar keuangan global, lonjakan harga energi, serta berdampak langsung pada sektor perdagangan dan investasi.

Hal itu disampaikan oleh Friderica dalam konferensi pers asesmen sektor jasa keuangan dan kebijakan OJK hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB).

"Oleh karena itu, kami mendorong lembaga jasa keuangan untuk melakukan asesmen lanjutan secara forward-looking dan memperkuat langkah antisipatif," ujar Friderica, dikutip dari siaran YouTube OJK, Senin, 6 April 2026.

Ia menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko, termasuk menjaga kecukupan likuiditas dan permodalan agar tetap resilien menghadapi potensi tekanan eksternal.

Selain itu, OJK juga terus memantau pergerakan pasar secara intensif dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk self-regulatory organization, guna mengambil langkah kebijakan yang diperlukan.

Di sisi lain, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional hingga Maret 2026 masih terjaga dengan baik. Hal ini ditopang oleh kondisi ekonomi domestik yang relatif solid.

Kinerja konsumsi masyarakat tetap kuat, tercermin dari pertumbuhan penjualan ritel yang diperkirakan mencapai 6,89 persen secara tahunan. Aktivitas sektor manufaktur juga masih berada dalam fase ekspansi.

Dari sisi eksternal, Indonesia juga mencatatkan surplus neraca perdagangan serta memiliki cadangan devisa yang memadai, sehingga mampu menjadi bantalan terhadap tekanan global.

Meski demikian, OJK menegaskan kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat tingginya ketidakpastian global, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia yang masih ketat.

Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, OJK berharap sektor jasa keuangan nasional tetap stabil dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Surabaya Samator Sempat Curi Set Pertama, Hadi Sampurno Ungkap Biang Kerok Kekalahan Timnya dari Jakarta LavAni di Final Four Proliga 2026
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Lebaran Betawi Digelar 3 Hari di Lapangan Banteng, Simak Rangkaian Acaranya
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Buntut Kaburnya Alung saat Mau di-BAP, Perwira Polda Jambi Kena Sanksi Demosi: Lalai atau Dilepas?
• 5 jam laludisway.id
thumb
ASEAN Futsal Championship: Timnas Indonesia Cukur Brunei Darussalam 7-0
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hari ke-19 Film Lebaran 2026: Penonton Harian Makin Anjlok, Tunggu Aku Sukses Nanti Tembus 2,5 Juta
• 3 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.