KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya integrasi program Magang Nasional (MagangHub) dengan sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Menurutnya, peserta magang tidak hanya perlu dibekali pengalaman kerja, tetapi juga bukti kompetensi yang terstandar agar lebih siap bersaing dan lebih mudah dikenali kebutuhannya oleh dunia industri.
Oleh karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong penguatan program MagangHub yang terintegrasi dengan sertifikasi kompetensi guna memastikan setiap peserta memiliki pengakuan saat memasuki dunia kerja.
“Kami ingin memastikan program pemagangan tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan memiliki pengakuan resmi melalui sertifikasi kompetensi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” ujar Yassierli dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (6/4/2026).
Baca juga: Sertifikasi BNSP: Ketika Standar Nasional Ditinggalkan Pasar Kerja
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemnaker menyiapkan reward dan program prioritas bagi perusahaan yang memfasilitasi sertifikasi kompetensi bagi peserta MagangHub.
Yassierli menilai, dunia usaha memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja siap pakai. Karena itu, keterlibatan aktif perusahaan dalam memfasilitasi sertifikasi peserta magang menjadi nilai tambah yang akan terus diperkuat pemerintah.
Senada dengan Yassierli, Direktur Jenderal (Dirjen) Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah mengatakan, langkah tersebut bertujuan memastikan peserta magang memperoleh standar kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Dengan demikian, manfaat magang tidak hanya dirasakan selama program berlangsung, tetapi juga saat peserta memasuki dunia kerja atau proses rekrutmen.
Baca juga: Kemnaker: 102.696 Orang Ikuti Program Magang Nasional sejak Oktober 2025
“Kami sangat mengapresiasi perusahaan yang memfasilitasi sertifikasi bagi peserta magang. Ini penting agar peserta memiliki bukti kompetensi yang terstandar dan diakui dunia industri,” kata Darmawansyah.
Ia menambahkan, perusahaan yang mendukung sertifikasi akan diprioritaskan dalam program pemagangan berikutnya, serta memperoleh akses lebih luas terhadap berbagai layanan dan program strategis ketenagakerjaan.
Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan hubungan yang saling menguatkan antara pemerintah, dunia usaha, dan peserta magang, sehingga program MagangHub memberikan manfaat yang terukur.
Baca juga: Kemenaker Akan Perluas Wilayah MagangHub 2026, Tidak Melulu di Pulau Jawa
Perkembangan program MagangHubSaat ini, program MagangHub telah diikuti sekitar 100.000 peserta yang tersebar di berbagai perusahaan, kementerian, dan lembaga.
Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Pada batch I, sebanyak 14.952 peserta dijadwalkan menyelesaikan masa pemagangan pada 19 April 2026.
Sebagai bentuk pengakuan, Kemnaker memastikan setiap peserta memperoleh dokumen sesuai durasi keikutsertaannya.
Peserta yang mengikuti program selama enam bulan akan mendapatkan sertifikat magang. Sementara itu, peserta yang mengikuti lebih dari tiga bulan, tetapi kurang dari enam bulan akan memperoleh surat keterangan.
Baca juga: Program Magang ke Jepang bagi Lulusan SMA/SMK, Bisa Dapat Uang Saku
Dokumen tersebut menjadi bekal awal bagi para peserta untuk menunjukkan pengalaman dan kesiapan kerja secara lebih meyakinkan.
“Hal ini menjadi bekal penting bagi peserta magang untuk benar-benar siap masuk ke dunia kerja,” tegas Darmawansyah.
Ke depan, Kemnaker akan memperluas akses sertifikasi kompetensi melalui penguatan kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan mitra industri di berbagai sektor.
Melalui langkah tersebut, Kemnaker menargetkan pemagangan tidak hanya membuka kesempatan belajar di tempat kerja, tetapi juga menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Baca juga: Menaker Luncurkan Program Pemagangan bagi Lulusan Perguruan Tinggi
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




