jakarta.jpnn.com - Majelis Ormas Islam (MOI) mendesak Masjid Al-Aqsa di Yerusalem kembali dibuka bagi umat Islam.
"Masjid Al-Aqsa saat ini sedang dikunci untuk kaum muslimin, sedangkan Yahudi boleh masuk ke dalam Masjid Al-Aqsa,” kata Ketua Presidium MOI KH Nazar Haris dalam aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Minggu (5/4).
BACA JUGA: Presiden Prabowo Doakan Sukses, Mahasiswa Indonesia di Korea Sangat Terkesan
Menurut Nazar Haris, kondisi itu harus digebrak di dunia Islam.
“Harus ada kesadaran dunia Islam," kata Nazar Haris.
BACA JUGA: Prabowo Beri Anabul, Presiden Korea Selatan Kaget
Menurut dia, aksi yang dihadiri oleh ribuan orang itu merupakan bentuk desakan terhadap dunia internasional untuk segera membuka akses masjid tersebut bagi umat muslim.
"Membela, membebaskan, membuka dan memerdekakan Masjid Al-Aqsa untuk kaum muslimin,” kata Nazar Haris.
BACA JUGA: DPR Anggap Wacana Gaji Pejabat Dipotong Usaha Prabowo Bangkitkan Sense Of Crisis
Nazar Haris menjelaskan desakan tersebut merupakan hal yang sangat penting.
“Pada hari ini, kami mengadakan aksi untuk memulai kesadaran di dunia Islam," tutur Nazar.
Nazar Haris mengatakan Masjid Al-Aqsa adalah salah satu masjid utama umat Islam.
“Selain Masjid Al-Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah, ada Masjid Al-Aqsa, bahkan disebutkan dalam Al-Qur’an," tambah Nazar. (ant)
Redaktur & Reporter : Ragil




