Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Vingroup, Pham Nhat Vuong, resmi menjadi orang terkaya di Asia Tenggara setelah melampaui taipan Indonesia, Prajogo Pangestu.
Berdasarkan data Forbes, kekayaan bersih Vuong mencapai US$24,5 miliar per awal April 2026. Sementara itu, kekayaan Prajogo Pangestu turun signifikan menjadi US$18,6 miliar dalam 3 bulan terakhir.
Penurunan tersebut terutama dipicu oleh merosotnya saham Barito Pacific hingga sekitar 60%. Koreksi ini terjadi setelah otoritas Indonesia pada Januari lalu menyoroti transparansi pasar saham domestik serta valuasi sejumlah emiten besar.
Di sisi lain, kekayaan Vuong juga mengalami tekanan. Sepanjang tahun berjalan, nilai kekayaannya tercatat menyusut hampir US$4 miliar seiring pelemahan saham Vingroup yang sebelumnya sempat mencetak rekor tertinggi pada tahun lalu.
Meski demikian, Vuong dan keluarganya masih menjadi pemegang saham pengendali di Vingroup dengan kepemilikan sekitar 65%. Secara pribadi, Vuong menguasai sekitar 10,05% saham perusahaan tersebut.
Vuong mencatatkan sejarah sebagai miliarder pertama dari Vietnam versi Forbes pada 2013, dengan kekayaan US$1,5 miliar dan peringkat global ke-974. Dalam kurun 12 tahun, kekayaannya telah meningkat lebih dari 16 kali lipat.
Baca Juga
- Kekayaan Mendiang Michael Bambang Hartono, Orang Terkaya Ke-3 di Indonesia
- Robert Kuok Puncaki Daftar Orang Terkaya Malaysia di Usia 102 Tahun
- TikTok Berjaya, Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di Tiongkok
Tak hanya itu, keluarga Vuong juga kini diperkuat oleh dua miliarder baru, yakni istrinya Pham Thu Huong dan saudara perempuannya Pham Thuy Hang, yang resmi masuk daftar orang terkaya dunia versi Forbes pada Maret 2026.
Pham Thu Huong, yang memiliki kekayaan sekitar US$1,5 miliar, menjabat sebagai Wakil Ketua Vingroup sekaligus Ketua GSM, operator layanan taksi dan transportasi daring Xanh SM.
Sementara itu, Pham Thuy Hang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Vingroup dengan nilai kekayaan yang setara.
Dari sisi kinerja, Vingroup menargetkan pendapatan sebesar VND450 triliun atau setara US$17,1 miliar pada 2026, meningkat 36% dibandingkan tahun sebelumnya.
Perusahaan juga memproyeksikan laba setelah pajak mencapai VND25 triliun, atau melonjak 2,2 kali lipat dibandingkan 2025 dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.





