Harga Plastik Naik 2 Kali Lipat, Disdag Sumsel Imbau Warga Bawa Kantong Belanja

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PALEMBANG — Dinas Perdagangan Sumatra Selatan (Disdag Sumsel) akan melakukan pengecekan lapangan menyusul potensi terganggunya rantai pasok bahan baku plastik akibat konflik di Timur Tengah.

Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Henny Yulianti mengatakan, gangguan tersebut tidak bisa dipandang sepele, mengingat bahan baku plastik, yakni polipropilena, sangat bergantung pada minyak bumi.

Sementara itu, sekitar 25% ekspor minyak dunia berasal dari kawasan Timur Tengah dan sebagian besar distribusinya melewati Selat Hormuz.

“Hal ini tentu berpotensi mengakibatkan rantai pasok ikut terganggu,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, dampak kondisi geopolitik global tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga dunia industri yang sangat bergantung pada bahan penolong berbasis plastik.

Henny menegaskan pemerintah pusat tidak tinggal diam menghadapi situasi ini. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan untuk memantau perkembangan serta menyiapkan langkah mitigasi.

Baca Juga

  • Lonjakan Harga Plastik Mulai Menyengat UMKM
  • Siap-Siap! Harga Air Minum Kemasan Naik Imbas Krisis Bahan Baku Plastik
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Pastikan Harga Plastik Terkontrol, Minta Warga Tak Panic Buying

“Pemerintah pusat saat ini sedang melakukan langkah-langkah untuk mencari jalur alternatif bagi rantai pasok atau suplai bahan baku plastik itu sendiri,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik, khususnya untuk kebutuhan rumah tangga, misalnya dengan membawa kantong belanja sendiri saat berbelanja.

Menurutnya, langkah efisiensi tersebut tidak hanya menjadi respons terhadap gangguan pasokan global, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi pengeluaran rumah tangga.

“Kalau untuk masyarakat, pengurangan penggunaan plastik masih bisa dilakukan. Namun untuk industri, tentu perlu ada langkah penyikapan tersendiri karena efeknya terhadap harga makanan pasti akan terdampak dan sebenarnya sudah mulai terdampak,” jelasnya.

Sementara itu, Hendri, salah satu pedagang plastik di Pasar KM 5 Palembang, mengakui harga plastik saat ini mengalami peningkatan signifikan.

“Rata-rata naik dua kali lipat, seperti plastik hitam dari Rp4.000 naik jadi Rp8.000. Kemudian, juga plastik bening dari yang sebelumnya Rp5.000 menjadi Rp11.000 per bungkus,” ujarnya.

Tidak hanya dipusingkan oleh kenaikan harga yang memengaruhi modal usaha, para pedagang juga mengkhawatirkan ketersediaan pasokan.

Menurut Hendri, barang kini semakin sulit didapatkan dan belum dapat dipastikan sampai kapan kondisi tersebut berlangsung.

“Barang juga sekarang susah didapatkan, bersyukur kalau masih ada,” tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Viral Foto Rekayasa AI di JAKI, Parkir Liar di Kalisari Sudah Steril
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Pemkot Padang Catatkan PAD Sektor Kuliner hingga Rp5,6 Miliar
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Difitnah Jadi Bohir Ijazah Jokowi, Kubu JK Bawa Bukti Video Laporkan Rismon dan 4 Akun ke Bareskrim
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Empat Motor Hilang di Surabaya dan Sekitarnya dalam Sehari, Ini Rinciannya
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Hari ke-19 Film Lebaran 2026: Penonton Harian Makin Anjlok, Tunggu Aku Sukses Nanti Tembus 2,5 Juta
• 10 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.