Tempat Pembuangan Sampah Liar di Rusun Angke Akan Disulap Jadi Taman

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Lahan kosong yang selama ini dijadikan tempat pembuangan sampah liar di kawasan Rumah Susun (Rusun) Angke, Tambora, Jakarta Barat, akan diubah menjadi taman.

Langkah ini disiapkan sebagai solusi jangka panjang agar area di tengah permukiman yang sempat tertutup gunungan sampah tidak lagi digunakan sebagai tempat pembuangan.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan Tambora, Harun Agustin, mengatakan pihaknya telah menyampaikan usulan penataan lahan tersebut kepada pemerintah kecamatan.

Baca juga: Gunungan Sampah Rusun Angke Tambora Sempat Robohkan Tembok Rumah Warga

"Kemarin saya udah kordinasi sama Pak Camat ya, kalau bisa yang ruang (kosong) itu dijadiin penataan kawasan, dijadiin taman, supaya enggak jadi pembuangan liar lagi," ujar Harun saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin (6/4/2026).

Harun berharap, dengan dibangunnya taman, warga akan membuang sampah di tempat pembuangan resmi yang berada di bagian depan rusun.

Area tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas publik, termasuk ruang bermain anak-anak.

Baca juga: Bukan TPS Resmi, Sampah Menggunung di Rusun Angke akibat Buang Sembarangan

"Saya udah laporkan, Pak kalau bisa dijadiin penataan kawasan jadi buat taman. Kan cakep jalan di trotoar, (bisa buat) main basket gitu, anak-anak kumpul, main," kata Harun.

Ia menjelaskan, menjamurnya titik pembuangan liar di kawasan tersebut dipicu oleh pengelolaan wilayah yang terpisah antara Rusunawa dan Rusunami.

Rusunawa dikelola oleh Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS), sedangkan Rusunami berada di bawah pengelolaan RW setempat.

Baca juga: Baru Dibersihkan, Sampah Kembali Menggunung di Rusun Angke

Masing-masing pihak kemudian membuat titik pembuangan sampah sendiri.

"Ini masing-masing ego lokasi nih. Ah kalau yang Rusunawa itu langsung UPRS, kalau yang Rusunami, RW nih. 'Oh ini wilayah saya', dia naruh di sini. Jadi di kawasan itu ada empat titik pembuangan sampai ke ujung mentok," jelas Harun.

Kondisi tersebut menyulitkan petugas karena truk pengangkut sampah berukuran besar tidak dapat masuk ke gang sempit di dalam permukiman.

Harun menyebut, pihaknya sebelumnya telah mengumpulkan pengelola UPRS dan RW setempat agar titik pembuangan disatukan di area depan yang berbatasan dengan jalan raya agar mudah diakses truk.

Baca juga: Darurat Sampah di Rusun Angke: Jalan Tertutup, Bau Menyengat, Warga Bertahan Berminggu-minggu

Namun, warga masih membuang sampah di area tengah permukiman.

"Kemarin katanya yang bukan warga rusun, dari RW 3 pun ngebuangnya di situ juga karena ada akses jalan kecil. Intinya jangan ada ego lokasi lah. Kalau satu titik di depan kan mobil kita enak manuvernya, daripada maksain nyampe dalam," ujarnya.

Ia menambahkan, sosialisasi kepada warga sebenarnya sudah dilakukan agar tidak lagi membuang sampah di lokasi tersebut, tetapi belum efektif.

"Udah sosialisasi, sama UPRS, RW, tapi ujung-ujungnya masih di sana. Buang di sana tetap aja, jadi numpuk terus, padahal itu sebenarnya ya bukan tempat sampah, rumah kosong aja itu," kata dia.

Baca juga: Tumpukan Sampah di Rusun Angke Jakbar Tutupi Akses Jalan Warga Berminggu-minggu

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut Harun, rencana mengubah lahan pembuangan liar menjadi taman merupakan solusi penataan yang paling strategis saat ini.

Namun, proses realisasinya masih membutuhkan waktu dan anggaran, sehingga perlu perencanaan yang matang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Menkeu Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik Sampai 2026, Ada Bantalan Anggaran RP420 Triliun
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ramalan Zodiak Minggu Ini: Hubungan, Karier, dan Keuangan di 6 - 12 April 2026
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
Distribusi Lancar, Stok LPG di Jakarta dan Sekitarnya Dijamin Aman
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Solar Tak Naik Tahun Ini, Ada Syaratnya
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Iran-AS Dilaporkan Bahas Gencatan Senjata 45 Hari Bareng Mediator Regional
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.