Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, merespons kasus mahasiswa berinisial MZ yang tertangkap tangan merekam dosen perempuan di dalam toilet pada 1 April lalu. Ia mendorong polisi mengusut kasus tersebut.
"Disikat saja itu, nanti saya minta kepolisian untuk segera menindaklanjuti itu. Hal-hal seperti itu tidak boleh terjadi di Banten," kata Dimyati kepada awak media, Senin (6/4).
Tak hanya itu, Dimyati turut menyoroti masih tercampurnya toilet di Kampus Untirta. Ia mengatakan akan meminta Rektor Untirta, Fatah Sulaiman, untuk memisahkan toilet perempuan dan laki-laki guna menghindari terjadinya insiden serupa di kemudian hari.
Dari informasi yang dihimpun, toilet di Kampus Untirta yang berlokasi di wilayah Pakupatan, Kota Serang, kerap masih digunakan secara bercampur antara laki-laki dan perempuan.
"Nanti saya kasih tahu Pak Fatah itu (toilet) nyampur, ya? Enggak boleh WC wanita, WC laki-laki kan beda. WC itu enggak boleh bareng-bareng, jadi harus dipisah kalau untuk tempat yang besar seperti kampus," terangnya.
Dengan tegas, Dimyati pun meminta agar pihak Kampus Untirta tidak segan-segan mengeluarkan mahasiswa tersebut bila terbukti bersalah melakukan pelecehan terhadap dosennya sendiri.
"Keluarkan saja kalau memang seperti itu, sudah nakal kebiasaan. Saya minta kalau yang nakal dikeluarkan," tandasnya.





