IHSG Rawan Tekanan Jual Asing, Pelaku Pasar Minta BEI Implementasi Aturan Bertahap

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Para pelaku pasar meminta agar regulator pasar modal mengimplementasikan aturan reformasi secara bertahap. Adapun, otoritas pasar modal RI sudah menerapkan empat inisiasi reformasi pasar modal, salah satunya pembukaan data daftar saham terkonsentrasi alias high shareholders consentration (HSC).

Adapun, penerapan aturan itu menggoyang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini. IHSG ditutup terkoreksi 0,53% ke 6.989 pada penutupan Senin (6/4/2026). Level tersebut mencerminkan koreksi sebesar 19,17% secara year to date (YtD). Koreksi ini melanjutkan tren pelemahan indeks komposit dalam sepekan terakhir, 30 Maret-2 April 2026, sebesar 0,99%.

Sementara itu, dana asing menguap Rp623,02 miliar hari ini. Aksi jual asing ini menambah nilai jual bersih atau net sell sejak awal tahun menjadi Rp34,45 triliun.

Bursa Efek Indonesia (BEI) memahami dalam fase transisi ini terdapat konsekuensi jangka pendek berupa tekanan jual pasar saham yang dipicu hengkangnya aliran dana asing karena ada risiko pengurangan bobot indeks saham Indonesia di penyedia indeks global seperti MSCI.

Baca Juga : Agenda Reformasi Pasar Modal bawa IHSG Turun untuk Naik Lebih Tinggi

Senior Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai tekanan outflow dana asing dalam jangka pendek akan paling dirasakan oleh saham dengan porsi kepemilikan publik yang relatif kecil.

Dalam kondisi ini, menurutnya regulator perlu menerapkan aturan HSC ini secara bertahap, mendorong perusahaan menambah porsi saham publik, serta menjaga perdagangan tetap aktif. Komunikasi dengan pihak seperti MSCI juga penting agar tidak terjadi perubahan mendadak di indeks global.

Jika saham keluar dari MSCI Emerging Markets Index, lanjutnya, maka dana asing yang mengikuti indeks tersebut akan otomatis menjual sahamnya. Akibatnya harga saham bisa turun, transaksi sepi, dan selisih harga beli-jual melebar. Namun, kondisi ini bisa pulih jika struktur saham diperbaiki.

"Dalam jangka pendek, pasar bisa tertekan. Tapi dalam jangka panjang keterbukaan ini justru membuat pasar lebih sehat dan dipercaya investor besar. Investor dalam negeri memang bisa membantu menahan penurunan, tapi belum cukup kuat untuk menggantikan seluruh dana asing dalam waktu cepat," ujar Sukarno.

Senada, Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai kapasitas investor domestik cenderung terbatas. Menurutnya, likuiditas lokal belum bisa menyerap tekanan jual masif secara instan, apalagi mayoritas investor domestik akan wait and see melihat pergerakan aliran dana asing.

Wafi merunut, dalam skenario negatif saham Indonesia bisa dikeluarkan dari daftar indeks MSCI karena isu konsentrasi saham, maka aksi jual akan otomatis dilakukan oleh passive funds global, kemudian valuasi saham akan tertekan tajam, dan berujung pada penurunan bobot IHSG secara agregat.

Ketika outflow asing membesar, menurutnya sektor saham yang paling rentan adalah di sektor infrastruktur, energi, dan saham big caps dengan status free float semu. Maka untuk menjaga keseimbangan tekanan aksi jual di tengah fase transisi saat ini sembari tetap menjaga daya tarik global di pasar Indonesia, menurutnya emiten perlu menguatkan Good Corporate Governance (GCG) untuk mengembalikan kepercayaan investor dalam jangka panjang.

"Sementara bagi regulator perlu melakukan penerapan [HSC] bertahap, perpanjangan tenggat penyesuaian, dan insentif korporasi seperti rights issue atau private placement," jelas Wafi.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri LH Sebut Tingkat Pengelolaan Sampah Naik Jadi 26%
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Prabowo Dorong Percepatan Bedah Rumah Nasional
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mischka Aoki: Menembus Standar Akademik Tertinggi Dunia
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tenda Hajatan di Bangkalan Roboh Diterjang Angin Kencang, Warga Panik Berlarian
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Warga Bantaran Kali Karet Tengsin Terancam Digusur Tanpa Skema Relokasi
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.