Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan saat ini tingkat pengelolaan sampah secara nasional mencapai 26 persen. Angka ini naik drastis hingga 16 persen jika dibandingkan pada 2024.
"Angka dikontribusi terbesar adalah adanya aktivitas serius dari pemerintah kabupaten/kota untuk mengakhiri kegiatan open dumping di sebagian tempat pengelolaan akhir (TPA)," ujar Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 6 April 2026.
Dia menjelaskan berdasarkan data KLH/BPLH, jumlah timbulan sampah adalah 141.926 ton per hari, dengan di antaranya 37.001 ton per hari sudah terkelola.
Dari jumlah tersebut, sebagian besar sampah yang terkelola masuk ke TPA landfill sebesar 15.189 ton per hari dan dikelola sektor informal 9.450 ton. Sisanya dikelola melalui fasilitasi kompos, TPS 3R serta bank sampah.
"Namun, jika TPA open dumping bisa kita akhiri, kemudian ada aktivasi fasilitas recovery untuk sampah, diproyeksikan di tahun ini kita bisa menambah tingkat capaian pengelolaan sampah di angka 44 ribu ton per hari," kata Hanif.
Ilustrasi sampah. Dok. Metrotvnews.com
Hanif menyampaikan total capaian sampah yang ingin dicapai pada 2026 minimal di angka 57,75 persen dari target nasional.
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), target pengelolaan sampah tahun ini mencapai 63,4 persen.
Untuk menutup gap di antara target tahun ini dan pencapaian tersebut, dia menjelaskan akan mengintensifkan penertiban TPA ilegal, terutama di kota-kota besar.




