Atasi Hipertensi: Rutin Konsumsi Sayur dan Buah Ini untuk Turunkan Tekanan Darah

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Hipertensi merupakan gangguan kesehatan yang sering dialami banyak orang di Indonesia. Menurut RSUD Sleman (2022), Hipertensi merupakan kondisi tekanan darah pada tubuh di atas batas normal, yakni sistolik 90 hingga 140 mmHg dan diastolik 60 hingga 90 mmHg yang sering muncul tanpa gejala. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko penyakit serius, seperti stroke, gagal jantung, hingga kerusakan ginjal.

​Menurut tim RS Pondok Indah (2024), hipertensi dapat dicegah dengan menghindari konsumsi makanan pemicu, seperti makanan tinggi garam (makanan olahan, fast food, dan keripik) serta makanan tinggi lemak. Sebaliknya, dengan rutin mengonsumsi makanan sehat alami seperti sayur dan buah dapat menjadi alternatif bagi penderita hipertensi untuk mencegah dan menurunkan tekanan darah. Hal ini dikarenakan pengaturan pola makan memegang peran penting dalam menurunkan tekanan darah.

Berikut ini beberapa sayur dan buah yang membantu menurunkan tekanan darah tinggi, antara lain:

1. Pisang

Sudah bukan rahasia lagi bahwa pisang merupakan salah satu jenis makanan penurun darah tinggi yang mudah dijumpai di Indonesia karena kandungan kaliumnya yang tinggi. Kalium berperan penting dalam mengatur tekanan darah dengan cara menyeimbangkan efek natrium, mengurangi kekakuan pada dinding pembuluh darah, serta mempercepat proses pembuangan garam dari dalam tubuh. Oleh karena itu, mengonsumsi pisang secara teratur dapat menjadi cara alami yang efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah.

2. Tomat

Tomat merupakan sumber likopen dan kalium yang sangat bermanfaat bagi penderita hipertensi karena mampu menurunkan tekanan darah sistolik serta kadar kolesterol jahat (LDL). Likopen, antioksidan yang memberikan warna merah pada tomat, berperan penting dalam menurunkan risiko penyakit jantung, sementara kandungan kaliumnya membantu menstabilkan tekanan darah. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal, tomat dapat dikonsumsi baik secara mentah maupun dimasak. Namun, sebaiknya hindari konsumsi jus tomat kalengan atau produk siap saji yang mengandung bahan pengawet karena dapat memicu peningkatan tekanan darah.

3. Jeruk

Buah jeruk dikenal kaya akan vitamin C, mineral, dan antioksidan yang berperan penting dalam meredakan peradangan serta meringankan hipertensi. Kandungan flavonoid dan kalium di dalamnya secara alami membantu memperkuat pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah, serta menurunkan tekanan darah. Dengan mengonsumsi jeruk secara rutin, kebutuhan mineral harian dapat terpenuhi sekaligus membantu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular secara optimal.

4. Buah Bit

Meskipun kurang familier di Indonesia, buah bit merupakan keluarga umbi-umbian yang kaya akan nitrat. Di dalam tubuh, nitrat diolah menjadi nitrit oksida (NO) yang berfungsi melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah dapat menurun dan tetap stabil. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi satu gelas jus bit (250 ml) per hari dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi secara signifikan. Proses pelebaran pembuluh darah ini secara otomatis membantu meringankan beban kerja jantung dan menjaga kesehatan sistem sirkulasi.

5. Kentang

Kentang merupakan alternatif sumber karbohidrat yang sangat disarankan bagi penderita hipertensi karena kandungan kaliumnya yang tinggi. Mineral ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan elektrolit tubuh dan membantu menurunkan tekanan darah, terutama jika kentang dikonsumsi bersama kulitnya untuk mendapatkan nutrisi yang maksimal. Dengan mengonsumsi kentang secara tepat, penderita hipertensi dapat memenuhi kebutuhan energi sekaligus mendukung kestabilan tekanan darah secara alami.

Nutrisi pada buah tidak hanya memelihara kesehatan organ, tetapi juga efektif mencegah dan mempercepat penyembuhan penyakit serius seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, hipertensi, kanker dan sebagainya. Mengonsumsi sayur dan buah seperti pisang, tomat, jeruk, bit, dan kentang secara langsung dapat membantu mencegah serta menurunkan risiko tekanan darah tinggi. Selain mengutamakan nutrisi tersebut, Anda disarankan untuk membatasi konsumsi makanan manis, gorengan, serta makanan berlemak tinggi seperti kulit ayam dan santan.

Untuk hasil yang optimal, terapkanlah pola hidup sehat melalui olahraga rutin, istirahat yang cukup, berhenti merokok, dan pengelolaan stres. Seluruh upaya ini harus dilakukan secara berdampingan dengan konsumsi obat hipertensi sesuai resep dokter.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TNI AD Klarifikasi Terkait Penertiban Rumah di Lenteng Agung, Bantah soal Bentrokan dan Sengketa Tanah
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Pecah Rekor! Artemis II Lampaui Apollo 13, Capai Jarak Terjauh dari Bumi
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Gaji ke-13 ASN 2026 Belum Diputuskan, Kemenkeu Masih Kaji Skema
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jelang Deadline Trump, Centcom Klaim Hancurkan Drone Iran yang Ancam Warga Sipil Negara Timteng
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Industri Karet Sumsel Dibayangi Konflik Timur Tengah
• 23 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.