Amerika Serikat (AS) berhasil mengevakuasi 2 kru pesawat tempur F-15E yang ditembak jatuh di Iran pekan lalu. Direktur CIA, John Ratcliffe, menyebut operasi ini berhasil berkat operasi-operasi intelijen yang mampu membingungkan Iran saat memburu 2 kru ini.
"CIA melaksanakan operasi untuk mengecoh Iran, yang begitu bernafsu memburu kru pesawat tempur kami," kata Ratcliffe, dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih, dilansir dari YouTube Gedung Putih, Senin (6/4).
Akibatnya, Iran tak bisa menemukan titik akurat di mana kru itu sembunyi. Menurut CIA, para pilot AS yang ditembak jatuh itu sembunyi di sebuah gua.
"Mungkin celah-celah di gunung itu tak terlihat bagi musuh, tapi tidak untuk CIA," ucap Ratcliffe.
Sementara itu, operasi pembebasan cukup masif. Sebab, melibatkan 170 pesawat tempur AS.
Rinciannya, 21 pesawat untuk mengevakuasi kru pertama, dan 155 untuk evakuasi kru kedua. Operasi ini juga memakan kerugian, setidaknya 2 pesawat transport harus diledakkan karena terjebak di pasir-pasir gurun.
"Kita melakukannya dengan presisi tinggi, kita mengontrol ruang udara, kita terbang 7 jam siang hari untuk mengevakuasi pilot pertama, dan 7 jam di malam hari untuk pilot kedua," kata Menhan AS Pete Hegseth.




