VIVA – Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, tengah menghadapi situasi sulit setelah timnya menjalani musim 2025/2026 yang buruk di V League.
Hal tersebut membuat empat pemain andalannya dikabarkan bakal hengkang melalui skema free agent. Kondisi ini mencuat usai Red Sparks finis di posisi juru kunci dengan hanya delapan kemenangan dan 28 kekalahan.
Hasil tersebut menjadi penurunan drastis dibanding musim sebelumnya ketika Red Sparks tampil impresif sebagai runner-up kompetisi saat Megawati Hangestri masih jadi bagian tim.
Berikut empat pemain Red Sparks yang berpeluang meninggalkan tim:
1. Jung Ho-youngJung Ho-young menjadi salah satu pemain paling vital musim ini. Ia bahkan berperan sebagai motor serangan tim di tengah menurunnya performa lini depan. Sebelum mengalami cedera, ia mencatat 290 poin dari 27 pertandingan. Saat ini, ia dikabarkan diminati klub Suwon Hyundai Hillstate.
2. Yeum Hye-seonKapten tim ini menjalani musim yang sulit akibat cedera lutut. Ia hanya tampil dalam 16 pertandingan sepanjang musim. Kondisi tersebut membuat kontribusinya menurun, bahkan ia sempat menyampaikan permintaan maaf kepada publik karena merasa belum memberikan performa maksimal.
3. Lee Seon-wooLee Seon-woo juga masuk dalam daftar free agent. Meski tidak banyak disorot, ia tetap menjadi bagian dari rotasi skuad yang berpotensi hengkang jika tidak mendapat perpanjangan kontrak dari klub.
4. Ahn Ye-rimNama terakhir adalah Ahn Ye-rim yang juga berstatus free agent. Ia melengkapi daftar pemain yang bisa meninggalkan Red Sparks jika tidak segera diamankan oleh manajemen.
Situasi ini semakin berat bagi Ko Hee-jin yang sebelumnya juga kehilangan Megawati Hangestri pada musim lalu. Bahkan, muncul kabar bahwa Red Sparks mempertimbangkan untuk kembali merekrut Megawati guna memperbaiki performa tim.
- Dok. Jakarta Pertamina Energi
Secara aturan, Red Sparks masih memiliki peluang mempertahankan keempat pemain tersebut melalui negosiasi ulang kontrak atau penyesuaian gaji. Namun, minat dari klub lain serta status free agent membuat posisi mereka menjadi rentan.
Musim buruk yang dialami Red Sparks disebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari badai cedera hingga performa pemain asing yang tidak optimal. Kondisi ini membuat tim kesulitan mempertahankan konsistensi sepanjang kompetisi.





