BRIN Kembangkan Teknologi Baru Olah Limbah Air Lebih Efisien

bisnis.com
17 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan metode baru untuk membersihkan air limbah yang tercemar logam berat seperti tembaga. Inovasi ini memanfaatkan karbon aktif yang dimodifikasi agar memiliki daya serap lebih tinggi.

Logam berat seperti tembaga umumnya berasal dari aktivitas industri dan dapat mencemari lingkungan jika tidak diolah dengan baik. Zat ini bersifat toksik dan sulit terurai, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan manusia dan ekosistem.

Dalam penelitian tersebut, karbon aktif yang biasa digunakan sebagai penyaring air ditingkatkan kemampuannya melalui proses modifikasi. Material ini dicampur dengan surfaktan Methyl Ester Sulfonate (MES) yang lebih ramah lingkungan sebelum diproses menggunakan iradiasi gamma.

Proses iradiasi gamma berfungsi untuk memperbaiki struktur permukaan karbon aktif sehingga daya serapnya meningkat. Hasilnya, material tersebut mampu menyerap logam tembaga lebih cepat dan lebih efektif dibandingkan karbon aktif biasa.

Dosen Poltek Nuklir sekaligus ketua tim riset, Dhita Ariyanti, menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan menghadirkan solusi praktis dalam pengolahan air limbah. Dia menyebut metode ini memiliki potensi besar karena prosesnya relatif cepat dan efisien.

“Kami mengembangkan metode untuk meningkatkan kemampuan karbon aktif dalam menyerap logam berat, dan hasilnya menunjukkan potensi yang baik untuk diterapkan dalam pengolahan air limbah,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (6/4/2026).

Dhita menambahkan bahwa penggunaan surfaktan MES menjadi keunggulan tersendiri dalam penelitian ini. Bahan tersebut dinilai lebih aman bagi lingkungan dibandingkan bahan kimia konvensional yang umum digunakan.

Dari sisi teknis, iradiasi gamma juga berperan penting dalam meningkatkan kinerja material penyerap. Perubahan struktur hingga tingkat mikro membuat karbon aktif memiliki lebih banyak ruang untuk menangkap logam berat.

Dosen Poltek Nuklir, Deny Swantomo, menjelaskan bahwa teknologi radiasi mampu meningkatkan performa material secara signifikan. Dia menilai pendekatan ini menunjukkan potensi besar pemanfaatan teknologi nuklir di bidang lingkungan.

“Iradiasi gamma memungkinkan perubahan struktur material hingga tingkat mikro, sehingga karbon aktif memiliki lebih banyak ruang dan situs aktif untuk menangkap logam berat,” jelasnya.

Selain meningkatkan efektivitas, metode ini juga dinilai mampu menghemat waktu dalam proses pengolahan air limbah. Hal ini menjadi nilai tambah terutama bagi sektor industri yang membutuhkan proses cepat dan efisien.

Meski demikian, penelitian masih terus dikembangkan untuk menyempurnakan hasil yang ada. Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat diterapkan secara luas dalam pengolahan limbah industri maupun penyediaan air bersih.

Upaya ini menjadi bagian dari langkah menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waka MPR Dukung Upaya Pemberdayaan Perempuan Lewat Kemudahan Akses Pendidikan Bermutu
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Preview Real Madrid vs Bayern Muenchen: Misi Bavarian Putus Kutukan Bernabeu
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ekspansi Bisnis, Black Diamond (COAL) Dirikan Anak Usaha Pelayaran
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Dari Dapur Sederhana, Perempuan Tangguh Ini Sukses Kembangkan Usaha Kue Berkat Dukungan BRI
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tak Ada Unsur Permufakatan Jahat saat Pemeriksaan Terdakwa di Sidang Perkara LNG
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.