Pendapatan Negara Tumbuh, tapi Tidak Merata di Semua Sektor

wartaekonomi.co.id
16 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kinerja pendapatan negara menunjukkan tren positif pada awal 2026. Namun di balik pertumbuhan tersebut, terdapat ketimpangan antar sektor yang menjadi perhatian.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa realisasi pendapatan negara hingga akhir Maret mencapai Rp574,9 triliun. Angka ini tumbuh 10,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Capaian tersebut setara dengan 18,2 persen dari target APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp3,15 kuadriliun. Kinerja ini ditopang oleh penerimaan perpajakan yang mengalami pertumbuhan cukup signifikan.

Secara keseluruhan, penerimaan pajak dan kepabeanan mencapai Rp462,7 triliun. Nilai tersebut meningkat 14,3 persen secara tahunan.

Namun, pertumbuhan tersebut tidak terjadi secara merata di semua komponen. Beberapa pos justru mengalami penurunan yang cukup dalam.

Penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai tercatat hanya Rp67,9 triliun. Angka ini turun 12,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan paling tajam terjadi pada bea keluar yang terkontraksi hingga 38,9 persen. Sementara itu, penerimaan cukai juga turun 11,2 persen.

Di sisi lain, pajak konsumsi justru menunjukkan lonjakan signifikan. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) melonjak hingga 57,7 persen.

“Kalau dilihat, PPN dan PPnBM-nya tumbuhnya 57,7 persen, artinya memang aktivitas ekonominya amat lebih sibuk dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” ujar Purbaya dikutip dari ANTARA.

Ia menilai peningkatan tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin kuat.

Selain itu, Pajak Penghasilan (PPh) juga mencatat pertumbuhan di berbagai kategori. Mulai dari PPh Badan hingga PPh Orang Pribadi menunjukkan tren peningkatan.

“Hal ini mencerminkan juga perbaikan aktivitas ekonomi serta semakin efektifnya implementasi Coretax,” kata Purbaya.

Ia menegaskan bahwa kenaikan pajak sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional.

Sementara itu, pendapatan negara juga didukung oleh Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Hingga akhir Maret, PNBP tercatat sebesar Rp112,1 triliun.

Baca Juga: Robert Leonard Resmi Jadi Sekjen Kemenkeu, Figur Tepat Dampingi Purbaya

Meski secara total pendapatan negara tumbuh, distribusi pertumbuhan antar sektor belum merata. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi masih berlangsung tidak seimbang.

Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa sebagian sektor ekonomi masih menghadapi tekanan. Pemerintah pun perlu menjaga momentum pertumbuhan agar lebih merata ke seluruh lini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siap-siap! Purbaya Buka Rekrutmen 300 Pegawai Bea Cukai untuk Lulusan SMA
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dapat Penghargaan, Intip Yuk Teknologi JULÄINE™ yang Bisa Atasi Kerutan jadi Lebih Natural
• 4 jam laluherstory.co.id
thumb
Drakor Yumis Cells 3 Rilis Poster Kim Go Eun dan Kim Jae Won Bersama Para Animasi Sel
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Dorong Pertambangan Berkelanjutan, NHM Rehabilitasi 232,69 Hektar Lahan
• 9 jam laludisway.id
thumb
Komisi I Minta RI Dorong PBB Desak Israel Tanggung Jawab Usai 3 TNI Gugur
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.