Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut pasukannya berhasil menyelamatkan pilot jet tempur AS yang hilang usai ditembak Iran. AS bahkan mengerahkan pesawat tempur hingga pasukan komando AS Navy Seal dalam operasi penyelamatan pilot tersebut.
Dirangkum detikcom dari AFP, Al Arabiya, dan BBC, Selasa (7/4/2026), angkatan bersenjata Iran sebelumnya menembak jatuh setidaknya dua jet tempur dan tiga drone serta dua rudal jelajah pada hari Jumat (3/4). Iran menyebutnya sebagai "hari kelam" bagi angkatan udara Amerika Serikat dan Israel.
Pada Minggu (5/4/2026), Donald Trump mengklaim pihaknya berhasil menyelamatkan anggota militer Amerika Serikat (AS) yang hilang sejak Iran menembak jatuh jet tempur. AS telah mengerahkan puluhan pesawat untuk melakukan operasi penyelamatan.
Trump mengatakan, bahwa militer AS telah "melakukan salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan paling berani dalam sejarah AS, untuk salah satu perwira awak pesawat kita yang luar biasa, yang juga merupakan seorang Kolonel yang sangat dihormati, dan yang dengan senang hati saya beritahukan kepada Anda bahwa sekarang dia SELAMAT dan SEHAT!"
Namun, pihak Iran menyebut operasi penyelamatan tersebut gagal, militer Iran mengklaim berhasil menembak jatuh 2 pesawat dan helikopter AS dalam operasi penyelamatan tersebut.
1. Kerahkan Pesawat Tempur-CIA dalam Operasi Penyelamatan
Puluhan anggota pasukan khusus, pesawat tempur, helikopter AS, hingga anggota CIA dikerahkan dalam operasi penyelamatan tersebut, demikian dilaporkan media AS.
Pada Minggu (05/04), Presiden AS Donald Trump mengatakan di media sosial: "Kami telah menyelamatkan awak F15 yang mengalami luka serius dan sangat berani, di dalam pegunungan Iran."
Presiden Trump mengatakan dalam unggahan di Truth Social, bahwa militer AS "mengirim puluhan pesawat, dipersenjatai dengan senjata paling mematikan di dunia, untuk menjemputnya".
Ketika pasukan khusus AS bergerak menuju awak yang terdampar, bom dan tembakan senjata digunakan untuk menjauhkan pasukan Iran dari lokasinya, demikian laporan AS.
2. AS Kerahkan Navy Seal
Laporan media terkemuka AS, New York Times (NYT), yang mengutip seorang pejabat Washington yang tidak disebut namanya, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (6/4/2026), menyebutkan bahwa Komando Navy SEAL Team 6 ditugaskan untuk mengevakuasi pilot tersebut.
(yld/yld)





